Peristiwa

Polrestabes Surabaya Panggil 6 Orang pada Kasus Lumpur Maut di Sokomanunggal

Surabaya (beritajatim.com) – Insiden terjadinya luapan lumpur galian proyek di Sokomanunggal, Surabaya, Sabtu (10/8/2019) lalu. Kepolisian Polrestabes Surabaya memanggil enam orang untuk dimintai keterangan.

Pemanggilan enam orang tersebut diantaranya adalah saksi baik pekerja pabrik, pekerja proyek dan pemilik kontraktor proyek pembangunan calon pabrik PT. Sinar Suri Jalan Raya Sukomanunggal, no. 168, Sukomanunggal, Surabaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menjelaskan, pemeriksaan masih berlanjut meski kasus tersebut termasuk kecelakaan kerja.

“Kasusnya murni kecelakaan kerja. Tapi kita masih melakukan pendalaman dan memeriksa enam orang,” jelasnya.

Lebih lanjut AKBP Sudamiran menjelaskan, pemeriksaan enam orang termasuk pemilik proyek pengeboran tanah sedalam 30 meter tersebut untuk mencari tahu adanya unsur kelalaian atau tidak.

Selain itu, petugas kepolisian melalui unit IV Tipiter Sat Reskrim juga mendalami apakah bak penampung lumpur sudah sesuai standart atau tidak.

Jika unsur pemeriksaan membuktikan adanya kesengajaan pembuatan bak tampung yang tak sesuai standart. Maka piha kepolisian akan melakukan pemanggilan untuk tidak lanjut kasus tersebut.

“Kita masih mendalami kasusnya. Tunggu sampai petugas kami menyelesaikan kasus luapan lumpur ini selesai,” tandasnya.

Perlu diketahui kejadian luapan lumpur tersebut akibat dari luapan lumpur yang telah di tampung di penampungan sementara tidak kuat.

Karena tak kuat menahan lumour akhirnya bak penampung jebol dan merusak pagar belakang milik dari PT Ss Utama yang bersebelahan dengan proyek pembagunan.

Akibat kejadian tersebut satu karyawan pabrik sepatu sendal atas nama Imam Safi’i (35) , menghilang dan ditemukan meninggal dunia lantaran tertimbun lumpur sedalam 1,5 meter. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar