Peristiwa

Operasi Ketupat Semeru 2021 Berakhir

Polresta Mojokerto Jaring 20 Pelanggar Protokol Kesehatan

Kasubbag Humas Polresta Mojokerto, Ipda MK Umam memimpin Operasi Yustisi Protokol Kesehatan bersama tiga pilar. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Guna mencegah penyebaran Covid-19 setelah berakhirnya Operasi Ketupat Semeru 2021, Polresta Mojokerto kembali gencar menggelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan bersama tiga pilar. Alhasil, sebanyak 20 pelanggar protokol kesehatan berhasil terjaring.

Operasi digelar berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 55 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perwali Mojokerto Nomor 47 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan Norma Baru pada Kondisi Covid-19.

“Operasi Yustisi Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sangat besar manfaatnya dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polresta Mojokerto,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Mojokerto, Ipda MK Umam, Selasa (18/5/2021).

Operasi digelar dengan Patroli Hunting (Mobile) di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon dan Magersari dengan sasaran pelanggar yang tidak menggunakan masker sama sekali. Sebanyak 20 pelanggar protokol kesehatan terjaring, sebanyak 18 KTP dan dua SIM pelanggar diamankan. Saat terjaring, lanjut Kasubbag humas, para pelanggar beralasan lupa membawa masker.

“Operasi digelar juga untuk menekan memuncaknya angka penyebaran Covid-19 saat libur panjang lebaran hingga akhir tahun 2021. Diharapkan tidak terjadi peningkatan orang yang terpapar Covid-19, apalagi saat ini adanya virus varian baru yang diketahui mempunyai kecepatan tinggi penularannya daripada jenis virus sebelumnya,” katanya.

Kasubbag Humas menambahkan, di wilayah hukum Polresta Mojokerto, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro diperpanjang melalui Inmendagri Nomor 11 Tahun 2021. Yakni mulai tanggal 18 Mei sampai dengan tanggal 31 Mei 2021 mendatang. Petugas akan menggelar operasi dengan mengedepankan cara humanis dan persuasive serta hindari argumentasi.

Rute Patroli Hunting sendiri mengambil start dari Mapolresta Mojokerto di Jalan Brawijaya menuju ke Jalan Majapahit Selatan kemudian ke Jalan Penarip. Dari Jalan Penarip menuju Jalam Tribuana Tungga Dewi ke Jalan Brawijaya dan lanjut ke Jalan KH Wachid Hasyim kembali ke Jalan Bhayangkara dan berakhir di Mapolresta Mojokerto. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar