Peristiwa

Polresta Mojokerto Dialog dengan Mahasiswa, Ini Tujuannya

Kapolresta Mojokerto bersama mahasiwa Mojokerto Raya saat dialog bersama. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto Kota menggelar dialog bersama mahasiswa Mojokerto Raya, Selasa (27/8/2019). Ini sebagai upaya cooling down dan reduksi aksi mahasiswa pasca kejadian yang melibatkan Mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Dengan mengusung tema ‘Merajut Persaudaraan Berbangsa Dalam Menjaga Keutuhan NKRI’, dialog yang digelar di salah satu kafe di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto dihadiri Kapolresta Mojokerto dan jajaran serta Pasiter Kodim 0815 Mojokerto.

Sebelum digelar dialog bersama pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Mojokerto, Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mojokerto, juga digelar renungan doa untuk almarhum IPDA Erwin Yudha Wildan yang telah gugur dalam melaksanakan tugas mengawal aksi demontrasi mahasiswa di Cianjur.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Sigit Dany Setiono bercerita tentang inseden kecil yang melibatkan petugas dan mahasiswa yang berkembang baik di Jawa Timur dan Papua merupakan ujian bangsa Indonesia. “Sampai kapanpun semua negara akan mengalami ujian,” ungkapnya.

Tidak terkecuali dengan Indonesia yang tentunya terjadi akibat ikut campur dari kelompok atau pihak-pihak tertentu. Di sidang PBB beberapa waktu yang lalu, Indonesia diserang oleh perwakilan negara-negara lainya terkait Papua yang mendukung untuk lepas dari Indonesia.

“Padahal Papua adalah bagian dari NKRI sejak 1 Mei 1963. Terkait dengan kejadian di beberapa wilayah di Indonesia khususnya di Jawa Timur dimungkinkan terjadi karena by desain. Sehingga rekan-rekan mahasiswa harus menyikapinya secara bijak,” katanya.

Pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk meredam kejadian tersebut. Polresta Mojokerto juga telah melaksanakan kegiatan-kegiatan guna meredam kejadian tersebut dengan melakukan kegiatan deklarasi NKRI Cinta Papua bersama element masyarakat Kota Mojokerto.

“Deklarasi NKRI Cinta Papua, Minggu kemarin juga dihadiri oleh semua suku yang ada. Tentunya juga bersama warga Indonesia Timur yang tinggal di Kota Mojokerto seperti Papua dan NTT,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar