Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Polres Sumenep Deklarasikan Madura Produktif Tanpa Narkoba

Deklarasi Madura Produktif Tanpa Narkoba

Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep menggelar deklarasi Madura Produktif Tanpa Narkoba pada Kamis (19/5/2022). Bertempat di Gedung Islamic Center Sumenep, deklarasi ini bertujuan sebagai upaya bersama seluruh pihak dalam menolak penyalahgunaan narkoba.

“Kami Masyarakat Madura menyadari bahwa narkoba bisa menghancurkan masa depan dan generasi penerus bangsa,” demikian ikrar deklarasi yang diucapkan bersama oleh jajaran Polres Sumenep bersama tokoh agama, para kepala desa, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, menjelaskan Deklarasi Madura Produktif Tanpa Narkoba merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.

“Dalam deklarasi tersebut diucapkan ikrar menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba, serta menyatakan perang melawan narkoba,” kata Widiarti.

Selain itu, deklarasi tersebut juga untuk mendukung pemerintah dan aparat penegak hukum dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Deklarasi juga berisi ikrar memajukan kampung masing-masing menjadi kampung yang produktif, religius, sehat dan bebas dari Narkoba,” terang Widiarti.

Sebagai bentuk perang terhadap narkoba, Polres Sumenep siap menindaktegas oknum-oknum penyalahgunaan narkoba.

“Selama tahun 2022, Polres Sumenep telah mengungkap 45 kasus narkoba dengan 60 tersangka. Sebagian besar pelaku tindak pidana narkoba berumur 25-64 tahun,” ungkapnya.

Kegiatan Deklarasi Madura Produktif Tanpa Narkoba tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, Wakapolres Sumenep, Kasdim 0827 Sumenep, Kemenag Sumenep, Kepala Bakesbangpol Sumenep, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sumenep, Ketua FKUB Sumenep, Ketua PCNU Sumenep, Ketua Muhammadiyah Sumenep, Para Kades Se Kab Sumenep, Para Bhabinkamtibmas Polres Sumenep dan Para Bhabinsa Kodim 0827 Sumenep, kurang lebih 300 orang yang hadir di Islamic Center.

Deklarasi yang sama juga dilaksanakan di Ponpes Nazyrul Ulum Desa Aeng Dake Kecamatan Bluto, diikuti Kapolsek Bluto, Pengasuh Ponpes, para guru, dan santri dengan jumlah kurang lebih 250 orang. (tem/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar