Peristiwa

Polres Ponorogo Pantau Ketersediaan Masker dan Hand Sanitizer

Wakapolres Ponorogo Kompol Indah Wahyuni memimpin sidak ke beberapa apotek. [foto/Istimewa]

Ponorogo (beritajatim.com) – Jajaran Polres Ponorogo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa apotek dan distributor kebutuhan medis di bumi reyog. Korps baju coklat ini ingin memantau ketersedian masker maupun sabun pencuci tangan atau hand sanitizer.

Pasalnya, sejak covid19 atau virus corona sudah masuk ke Indonesia, keberadaan 2 barang tersebut mulai susah didapat. Kalaupun ada, harganya naik berlipat-lipat. “Untuk masker ini memang di beberapa apotek terjadi kekosongan. Sementara hand sanitizer masih ada, namun tinggal sedikit,” kata Wakapolres Ponorogo Kompol Indah Wahyuni, Kamis (5/3/2020).

Indah menjelaskan, tidak adanya barang-barang tersebut dikarenakan di tingkat distributor juga tidak menyediakan lagi. Dalam sidak itu, Dia juga mewanti-wanti para pemilik usaha apotek maupun distributor kebutuhan medis untuk tidak dilakukan penimbunan.

Selain itu pihaknya menghimbau agar harganya sesuai standar, Indah menyebut bahwa pelaku penimbun masker atau hand sanitizer bisa dipidanakan. Yakni dijerat dengan pasal 29 UU No. 7 tahun 2014 tentang perdagangan. “Pelaku penimbunan bisa dihukum 5 tahun penjara,” katanya.

Sementara admin gudang di salah satu apotek di Ponorogo Leticia menceritakan, pada Januari permintaan masker meningkat. Dari gudang distributor, masker juga terjadi kekosongan. Kalau pun ada, harganya naik berlipat-lipat.

Dia mencontohkan, kondisi normal, masker isi 50 harga Rp 25 ribu. Namun saat ini harganya bisa menjadi Rp 100 ribu. Sedangkan untuk sanitizer pada Februari lalu harganya mulai naik. “Dulu kemasan botol isi 500 ml harganya Rp 30 ribu, sekarang dijual dengan harga Rp 90 ribu,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar