Peristiwa

Antisipasi Insiden Wiranto

Polres Pamekasan Terapkan Pemeriksaan Ketat

Pamekasan (beritajatim.com) – Pemeriksaan ketat oleh personil pengamanan dari jajaran Polres Pamekasan, diterapkan saat prosesi pelantikan sebanyak 91 Kepala Desa (Kades) di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Sabtu (12/10/2019).

Bahkan pemeriksaan tersebut juga menggunakan alat metal detector, guna mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan. Khususnya pasca insiden penusukan yang menimpa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, di wilayah Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) lalu.

“Pemeriksaan ini kita lakukan sebagai upaya mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, khususnya selama proses pelantikan berlangsung,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo, melalui Kasubag Humas Polres Pamekasan, IPTU Nining Dyah.

Selain itu pihaknya menegaskan jika selama prosesi pelantikan para kades berlangsung aman dan lancar, bahkan para tamu dan undangan juga tidak membawa senjata tajam dan sejenisnya. “Selama kami melakukan pemeriksaan dalam prosesi pelantikan, tidak ditemukan benda terlarang apapun,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, demi menjaga kondusifitas prosesi pelantikan para kades. Tidak semua pengiring bisa masuk ke area pelantikan, dan hanya para tamu dan undangan yang diperkenankan masuk dengan menunjukkan bukti berupa undangan.

“Dan alhamdulillah, selama proses pelantikan berlangsung suasana aman dan terkendali. Sehingga prosesi pelantikan berlangsung aman, lancar dan kondusif,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada prosesi pelantikan tersebut tercatat sebanyak 443 personil gabungan diterjunkan demi menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan Pelantikan Kepala Desa (Kades) Terpilih. Personil gabungan tersebut terdiri dari TNI-Polri, Brimob, Satpol-PP dan Dishub (Dinas Perhubungan). [pin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar