Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Operasi Patuh Semeru 2022

Polres Mojokerto Waspadai Covid-19 dan PMK

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat menghadiri apel gelar pasukan Operasi Patuh Semeru 2022 di halaman Mapolres Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Kabupaten Mojokerto menggelar apel gelar pasukan Operasi Patuh Semeru 2022 di halaman Mapolres Kabupaten Mojokerto. Dalam apel bertajuk ‘Tertib Berlalu Lintas Menyelamatkan Anak Bangsa’ ini, masih mewaspadai pandemi Covid-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar membacakan amanat Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta. rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas, Operasi Patuh Semetu 2022 akan berlangsung selama 14 hari yakni mulai tanggal 13 Juni sampai dengan 26 Juni 2022 secara serentak di seluruh wilayah indonesia.

“Permasalahan di bidang lalu-lintas ini telah berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi jumlah penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” ungkapnya, Senin (13/6/2022).

Operasi Patuh Semeru tahun 2022 ini bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu-lintas dan korban fatalitas serta meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu-lintas. Dengan sasaran meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan pelanggaran lalu-lintas.

“Pelaksanaan Operasi Patuh saat ini kita masih mewaspadai pandemi Covid-19. Walaupun trendnya sudah terus menurun, bahkan pemerintah sudah memberikan kebijakan untuk memperbolehkan tidak memakai masker di tempat umum, namun demikian kita harus tetap waspada,” katanya.

Yakni dengan terus menerapkan disiplin protokol kesehatan agar penyebaran virus Covid-19 tidak mengalami kenaikan lagi. Selain mewaspadai terjadinya kenaikan Covid-19 di wilayah Kabupaten Mojokerto, wabah lain yang menjadi atensi bagi masyarakat yaitu Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

“Khususnya sapi. Saat ini, Jawa Timur menjadi salah satu episentrum penyebaran penyakit PMK. Dengan berkomunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan stakeholder terkait dan seluruh elemen masyarakat kita berupaya menekan penyebaran virus tersebut. Apalagi saat ini menjelang Idul Adha yang notabene kebutuhan sapi untuk qurban akan meningkat,” pungkasnya.

Dalam Operasi Patut Semeru 2022 kali ini, pihak kepolisian bakal memprioritaskan tujuh pelanggaran lalu lintas. Antara lain, berkendara melebihi batas kecepatan, melawan arus lalu lintas, berkendara di bawah pengaruh alkohol.

Tidak menggunakan helm SNI dan pengendara ranmor R4 tidak menggunakan sabuk pengaman, bermain smartphone, pengendara di bawah umur dan tak memiliki SIM, serta pengendara sepeda motor yang berboncengan melebihi kapasitas atau lebih dari satu orang. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar