Peristiwa

Polres Mojokerto Telusuri Jejak Pemilik KTP yang Ditemukan di Markas ISIS Yaman

Rumah di Jalan Basket Blok NN Nomor 16 RT 1 RW 12 Perum Japan Raya, Desa Japan Raya, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto menelusuri kebenaran Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Syamsul Hadi Anwar yang beralamat di Jalan Basket Blok NN Nomor 16 RT 1 RW 12, Perum Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

KTP tersebut ditemukan saat pengrebekan markas jaringan ISIS-Al Qaeda and Arabian Peninsula (AQAP) di Al Bayda, Republik Yaman.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, meski pihak RT 1 RW 12 menegaskan bahwa identitas dalam KTP tersebut atas nama Syamsul Hadi Anwar bukan warga Jalan Basket Blok NN Nomor 16 RT 1 RW 12, Perum Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko, namun pihaknya tetap melakukan penelusuran terkait identitas tersebut.

“Polres Kabupaten Mojokerto bersama stakeholder terkait, beserta Dispendukcapil telah melakukan pengecekan langsung keberadaan rumah yang sesuai dengan KTP viral di Yaman dan memastikan itu tidak benar. Karena dari hasil penelusuran Dispendukcapil, Kepala Desa Japan, Syamsul Hadi Anwar bukan warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Senin (31/8/2020).

Masih kata Kapolres, dari silsilah pemilik rumah di Jalan Basket Blok NN Nomor 16 RT 1 RW 12, Perum Japan Raya, Desa Japan, Kecamatan Sooko adalah milik M Subekhan. Namun pemilik sudah pindah ke Kalimantan Tengah sejak 2010. Kemudian tahun 2015 pernah dikontrak koperasi selama dua tahun, namun nama Syamsul Hadi Anwar tidak ada.

“Riwayat rumah sesuai KTP, sejak ditinggal oleh pemiliknya pada 2010 dalam kondisi kosong. Kemudian, rumah itu dikontrak dan ditempati karyawan koperasi simpan pinjam Bangun Jaya selama dua tahun. Yakni mulai 2015 hingga tahun 2017. Setelah itu sudah tidak ada yang menempati. Sehingga rumah dalam keadaan kosong sampai dengan hari ini,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan pengecekkan secara menyeluruh terkait riwayat rumah tinggal di kawasan Perum Japan Raya tersebut. Selain itu, pihaknya juga secara intensif melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk mencari informasi tambahan alamat ataupun juga nama yang meninggalkan terakhir atau pernah tinggal di rumah ini.

“Tidak terputus sampai dengan sekarang ini. Kami masih melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait, kami juga mencari informasi tambahan alamat ataupun juga nama yang meninggalkan terakhir atau pernah tinggal di sini untuk bisa menggali lebih dalam. Palsu, kita mengarah nya ke sana karena KTP ini bersifat manual bukan e-KTP,” tegasnya.

Untuk lebih jelasnya, lanjut Kapolres, pihaknya akan melakukan tahapan penyelidikan. Pihaknya juga melakukan kordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk bisa bekerja sama denganĀ Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menggali informasi lebih mendalam. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar