Peristiwa

Polres Mojokerto dan Jajaran Gerebek Home Industri Sabu Oplosan

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis kasus narkotika. [Foto: Misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Home industri sabu oplosan di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dibongkar anggota Unit Reskrim Polsek Mojosari bersama Satnarkoba Polres Mojokerto. Di kamar dengan luas 2 meter x 4 meter, pelaku memproduksi sabu oplosan.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, pengungkapan home industri sabu oplosan berawal dari penangkapan Mukhammad Arif Hidayat (29) di area Stadion Gajah Mada Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto pada, Selasa (3/11/2020).

“Berawal dari pengungkapan kasus narkotika jenis sabu, didapat informasi jika di rumah pelaku juga digunakan sebagai lokasi pembuatan sabu. Anggota kemudian melakukan pengrebekan di rumah pelaku di Desa Seduri, Kecamatan Mojosari,” ungkapnya, Kamis (5/11/2020).

Masih kata Kapolres, dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa 0,5 gram sabu. Sementara di rumah pelaku ditemukan barang bukti berupa satu kresek daun binahong, satu gelas getah binahong, satu tas kresek amonium sulfat, satu kresek pupuk urea, satu botol cairan aseton dan satu bungkus soda api.

Serta peralatan berupa satu kompor listrik, satu buah adoptor, satu labu kaca isi campuran getah tanaman binahong, amonium sulfat dan pupuk urea, dua buah tabung kaca digunakan untuk proses penyulingan/destilasi, satu gelas kaca isi hasil penyulingan/destilasi dan satu gelas kaca isi hasil penyulingan/destilasi berupa kristal.

“Kita lihat bersama ada tabung reaksi dan juga beberapa bahan-bahan yang mana digunakan untuk pembuatan narkotika. Hasil uji laboratorium Jawa Timur belum ditemukan senyawa yang akan berlari ke arah, namun dari HP pelaku terdapat pesanan yang oleh pelaku dijanjikan barang sudah siap,” katanya.

Pihaknya masih melakukan proses pengembangan lebih lanjut dan berkoordinasi terkait bahan-bahan yang ditemukan di kamar pelaku. Apakah masuk dalam psikotropika atau termasuk dalam zat adiktif lainnya. Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1) subs Pasal 113 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar