Peristiwa

Polres Malang Belum Keluarkan Izin Keramaian Bagi Warga

Malang (beritajatim.com) – Masyarakat belum diperbolehkan untuk menggelar kegiatan yang menimbulkan keramaian meskipun Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Idham Aziz mencabut Maklumat Nomor MAK/2/III/ 2020.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa hingga detik ini kegiatan masyarakat yang menimbulkan keramaian belum boleh digelar, baik itu yang bersifat hiburan dan keagamaan.

“Kegiatan keramaian sampai saat ini belum diperbolehkan. Baik itu konser musik, ataupun mohon maaf ya, pengajian-pengajian. Itu benar-benar kami sarankan untuk tidak dilaksanakan,” ungkap Hendri Umar, Jumat (3/7/2020).

Hendri menuturkan, ada pengecualian bagi acara pernikahan. Warga diperbolehkan menggelar akad nikah dan harus memenuhi sejumlah syarat. Namun, untuk resepsi pernikahan yang mengundang banyak orang masih belum dibolehkan.

“Hajatan warga kami himbau hanya sifatnya akad nikah. Dan itupun hanya melibatkan keluarga inti saja. Jadi hanya dilaksanakan di dalam rumah, jadi tanpa mengundang kerabat dalam jumlah besar,” terangnya.

Pria yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu menyebutkan, kebijakan ini berlaku hingga situasi kondisi benar-benar sudah kondusif.

“Sampai kurva di Kabupaten Malang ini melandai. Tadi malam saja masih nambah 11, per tadi malam ada 234 pasien positif di Kabupaten Malang, jadi belum ada tanda-tanda melandai. Jadi kami akan lebih tingkatkan intensitas pendisiplinan masyarakat,” ucap Hendri.

Terakhir, Hendri dengan tegas menyatakan, jika ditemukan ada masyarakat yang nekat menggelar acara yang menimbulkan keramaian, pihaknya tidak akan segan untuk membubarkan.

“Ya mohon maaf kalau sifatnya tidak urgent atau tidak penting ya kita bubarkan,” pungkasnya. [yog/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar