Peristiwa

Polres Jember Bentuk Tim untuk Telusuri Hoaks Penculikan

Jember (beritajatim.com) – Kepolisian Resort Jember Jawa Timur membentuk tim untuk menelusuri penyebaran kabar bohong (hoaks) mengenai penculikan anak.

Hal ini dikemukakan Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Yadwivana Jumbo Qantasson, Kamis (20/2/2020). “Siapa penyebarnya kami akan telusuri melalui media sosial sehingga sampai ke masyarakat luas,” katanya.

Menurut Jumbo, berita penculikan itu massif sehingga seakan-akan nyata. Masyarakat diminta agar tetap waspada, tanpa harus termakan oleh hoaks. Sampai saat ini ada tiga laporan mengenai kabar penculikan di Jember.

“Tapi bisa kami patahkan semua,” katanya.

Jumbo meminta kepada masyarakat agar tak terburu-buru menyebarkan kabar mengenai dugaan penculikan tanpa konfirmasi. “Karena jika itu meresahkan masyarakat dan orang lain, tentu ada konsekuensi hukumnya,” katanya.

Namun Jumbo tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga anak masing-masing. “Jangan lepas dari pengawasan,” katanya.

Jember beberapa kali dihebohkan kabar palsu tentang penculikan anak. Terakhir adalah peristiwa di SD Negeri Jember Lor 1. Ada anak yang mengaku didekap orang tak dikenal. Namun setelah diselidiki dan diklarifikasi polisi, yang terjadi adalah kesalahpahaman. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar