Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Polres Gresik Tak Temukan Dugaan Pembunuhan Kasus Laka di Driyorejo

Sujiadi saat menunjuk foto putra keduanya semasa hidup

Gresik (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Gresik menyatakan tidak ditemukan kasus dugaan pembunuhan terhadap SF (16) seorang pelajar asal Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Desa Tenaru Driyorejo, Gresik.

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menuturkan, terkait dengan kejadian ini, pihaknya telah meminta keterangan terhadap 11 saksi. Mulai dari keterangan rekan-rekan SF, saksi mata saat penemuan jasad serta pihak keluarga korban.

“Saat dilakukan rekonstruksi, memeriksa para saksi dan hasil gelar perkara. Bahwa kejadian tersebut tidak ada dugaan pembunuhan,” tuturnya, Kamis (14/10/2021).

Saat ditanya mengenai kelanjutan penyelidikan, perwira pertama Polri itu belum memberikan keterangan lebih lanjut. Sehingga, belum bisa dipastikan apakah jajarannya menghentikan penyelidikan. Atau dikembalikan ke Unit Laka Satlantas Polres Gresik sesuai laporan awal.

Menyikapi pernyataan Polres Gresik, pihak keluarga korban kecewa. Ayah korban Sujiadi pun mengatakan bahwa saat rekonstruksi kejadian, terdapat berbagai kejanggalan.

“Khususnya berkaitan reka adegan yang tidak menjelaskan secara gamblang. Banyak hal-hal yang sangat penting. Namun malah dilewati,” ungkapnya.

Sujiadi menegaskan bahwa pihaknya tetap bersikeras untuk memperoleh keadilan. Dengan harapan untuk membuka fakta yang sebenarnya tentang penyebab pasti kematian putranya keduanya itu.

“Kami terus melakukan proses hukum. Semoga ada jalan untuk memperoleh keadilan yang seadil-adilnya,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak keluarga menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari pihak Unit Laka Satlantas Polres Gresik, pada Rabu (13/10) lalu. Dalam surat B/1097/SP2HPke-1/X/2021/Satlantas telah ditunjuk seorang penyidik untuk menangani kasus kecelakaan tunggal yang melibatkan SF dan RN. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar