Peristiwa

Putus Mata Rantai Covid-19

Polres Gresik Gencarkan Operasi Yustisi PPKM

Petugas gabungan dari Polres Gresik, TNI dan Dinas Satpol PP Menggelar Operasi Yustisi PPKM

Gresik (beritajatim.com)- Guna mencegah serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19, jajaran Polres Gresik bersama aparat gabungan TNI, dan Dinas Satpol PP gencar melakukan operasi yustisi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Operasi yustisi PPKM itu difokuskan di sepanjang Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik terkait dengan liburan Hari Raya Imlek. Sasarannya, pengendara roda dua dan empat maupun masyarakat yang lalai tidak mengenakan masker serta mengabaikan protokol kesehatan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas AKP Yanto Mulyanto menuturkan, sasaran operasi yustisi kali ini tidak hanya pengguna jalan. Tapi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

“Petugas memberikan imbauan yang humanis kepada masyarakat dan para pengendara roda dua maupun empat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya, Jumat (12/2/2021).

Selain menegakkan protokol kesehatan, lanjut dia, operasi yustisi yang digelar ini juga memberikan himbauan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai wabah Covid-19 yang sampai saat ini belum berakhir.

“Petugas gabungan di lapangan juga melakukan sosialisasi tentang Intruksi Menteri Dalam Negeri nomor 03 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM), dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran corona virus Disease 2019 yang berlaku hingga 22 Februari 2021,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait dengan operasi yustisi PPKM mikro ini akan terus dilakukan bersama instansi terkait dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk mematuhi instruksi Menteri dalam Negeri nomor 03 Tahun 2021 dan selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan 5M. Yakni, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” imbuhnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar