Peristiwa

Polres Bojonegoro Imbau Umat Islam Tidak Takbir Keliling

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, meminta agar masyarakat khususnya umat Islam agar tidak menggelar takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Sehingga, pelaksanaan takbir cukup digelar di dalam masjid atau musholla dengan mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Pada saat malam Idul Adha nanti, kami imbau untuk seluruh masyarakat tidak perlu takbir keliling, cukup takbir di masjid, musholla dan Salat Idul Adha di masjid dengan mematuhi protokol kesehatan,” kata Kapolres Bojonegoro, Kamis (30/7/2020).

Apalagi kasus penyebaran Covid-19 di Bojonegoro tergolong tinggi. Bahkan, per 29 Juli 2020, jumlah pasien Covid-19 yang terkonfirmasi di wilayah Bojonegoro itu ada 26 orang yang dirawat, sebanyak 12 orang dinyatakan kasus suspek.

“Dengan kondisi saat ini, kita harap masyarakat Bojonegoro untuk tidak menggelar takbir keliling,” ujar Kapolres disela kegiatan Kampung Tangguh Semeru Desa Ledok Wetan.

Menurut Kapolres Bojonegoro, berbagai aturan sudah dibuat untuk menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya aturan menjalankan salat Idul Adha, tata cara menyembelih, takbir keliling, hingga bagaimana membagi hewan kurban ditengah pandemi Covid-19 sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 451/10475/012.1/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Idul Adha 1441 H/2020 M pada situasi pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran tersebut memuat aturan untuk empat kegiatan meliputi kegiatan takbiran menyambut Idul Adha, penyelenggaraan Salat Idul Adha, penyembelihan hewan kurban, dan pendistribusian daging hewan kurban.

“Mari kita patuhi aturan pemerintah dan protokol kesehatan demi kebaikan bersama. Kami tidak ingin perayaan Idul Adha menjadi klaster baru Covid-19,” pungkas AKBP M Budi Hendrawan. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar