Peristiwa

Polisi Terpaksa Tembak Mati Warga Petemon Kuburan, Ini Alasannya

Kapolrestabes Surabaya Kombes pol Sandi Nugroho saat melakukan gelar perkara kasus narkoba di Kamar Mayat RSUD dr Soetomo, Surabaya, Kamis (2/1/2020).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Kepolisian kembali menembak mati pelaku kejahatan di Kota Surabaya. Pelaku diketahui bernama Rizal Wahyu Putra (29) warga Patemon Kuburan, Sawahan, Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menjelaskan, dalam penangkapan petugas sempat memperoleh perlawanan dari pelaku.

“Bahkan pelaku menggunakan pisau penghabisan saat melawan petugas. Dan petugas pun terpaksa harus melumpuhkan pelaku dengan tembakan di dada,” papar Sandi, Kamis (2/1/2020).

Usai melakukan penembakan terhadap pelaku, pelakupun dibawa petugas ke rumah sakit terdekat. Namun naas, pelaku yang memiliki narkoba sebanyak 1,5 kg sabu, pil ineks sebanyak 1.950 butir menghembuskan nafas terakhir. Tak hanya itu, petugas juga mengamankan ratusan plastik klip, timbangan elektronik, pisau penghabisan dan tas hiyam milik pelaku.

“Jadi awalnya pelaku hanya membawa narkoba 50 pil dan narkoba sabu beberapa gram saja. Tapi setelah dikembangkan ternyata pelaku banyak menyimpan narkoba yang disembunyikan pelaku,” papar Sandi.

Lebih lanjut Sandi memaparkan, pelaku pengedar narkoba merupakan hasil pengembangan penangkapan pelaku di 2019 lalu. Usai berhasil mengamankan pelaku pembawa narkoba jenis happyfive, pelaku mengaku telah mendapatkan pil dari tangan Rizal. Sayangnya, saat petugas hendak menangkap Rizal, pelaku ini justru melawan petugas. Sampai akhirnya pelaku ditembak dan mati saat perjalanan ke rumah sakit.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar