Peristiwa

Polisi Tembak Dua Sindikat Pencurian Mobil, Dua Lainnya DPO

Ponorogo (beritajatim.com) – Rupanya dua pelaku spesialis pencurian mobil merupakan residivis. Keduanya pernah tertangkap saat beraksi di Baturaja. Usai bebas dari penjara, keduanya tidak kapok. Justru malah keranjingan.

Dalam beraksi keduanya terhitung ahli. Mereka melakukan aksi hanya dalam waktu tidak lebih dari sepuluh menit. Kunci leter T, leter L digunakan mereka untuk beraksi. Biasanya mereka melakukan pencurian mobil jenis pickup dan dump truk bersama dua pelaku lain yang masih dalam pengejaran.

Di Ponorogo, kedua pelaku berhasil menggondol pick up L300 di Desa/Kecamatan Slahung pada Desember 2018 lalu. Setelahnya beroperasi di Trenggalek, Tulungagung. Hasil curian mereke jual ke daerah Banyuwangi. “Baru sekali mencuri, dijual ke Banyuwangi. Sama teman saya gak tahu dijual berapa,” dalih Sutrisno, salah satu pelaku.

Rupanya keduanya telah dikejar sejak satu bulan terakhir. Hingga akhirnya jejak pelaku terendus petugas saat akan bertransaksi di Banyuwangi.

Kanit Resmob Polres Ponorogo Ipda Tidar Laksono mengatakan kedua pelaku yang tertangkap merupakan pemetik (eksekutor, Red). Pun keduanya merupakan otak sindikat pencurian. Sasarannya mobil jenis pick up dan dump truck. “Pelaku juga beraksi di sejumlah daerah,” kata Tidar.

Dia menyebut dalam sekali beraksi, kedua pelaku dapat membawa kabur tiga hingga empat kendaraan. Pun dia mengungkapkan mobil yang disasar pelaku merupakan kendaraan yang terparkir jauh dari pantauan pemilik. “Keduanya sudah mengaku pernah mencuri mobil di Ponorogo akhir tahun lalu,” lanjutnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa kunci leter T, dan kunci leter L. Dua barang bukti tersebut digunakan pelaku saat beraksi. “Memang pelaku ini spesialis atau sindikat yang melakukan aksi di berbagai daerah,” sambungnya.

Saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan. Selain memburu kedua pelaku lain, petugas juga melakukan pengembangan menyelidiki barang curian yang telah dijual. “Untuk lebih lengkapnya kami masih tangani kasus ini. Masih kami kembangkan,” ucapnya. (kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar