Peristiwa

Polisi Telah Memproses Penganiaya Anggota PSHT

Warga PSHT Ranting Dawarblandong dan Lamongan saat hendak mendatangi Mapolsek Dawarblandong.

Mojokerto (beritajatim.com) – Terkait kasus penganiayaan yang menimpa salah satu warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Yan Darmadi Suriestan (34) pada, Senin (18/1/2021) lalu, pihak Polsek Dawarblandong sudah mengumpulkan bukti-bukti.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi mengatakan, korban merupakan warga Gangsiran Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan yang kos di Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ini sudah melapor ke Polsek Dawarblandong.

“Korban sudah membuat laporan polisi dan dari Unit Reskrim Polsek Dawarblandong sudah merampungkan bukti-bukti untuk dilakukan proses terhadap kasus penganiayaan tersebut. Namun ada salah miss informasi yang diterima oleh kelompok Lamongan sehingga mendatangi ke Dawarblandong mencari pelaku,” ungkapnya, Kamis (21/1/2021).

Masih kata mantan Kapolres Sumenep ini, korban mengalami penganiayaan di Jalan Raya Temuireng Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto pada, Senin (18/1/2021) sekira pukul 18.30 WIB. Korban mengalami luka di bagian pelipis kiri dan menjalani perawatan di Puskesmas Dawarblandong.

Warga PSHT Ranting Dawarblandong dan Lamongan saat hendak mendatangi Mapolsek Dawarblandong Mojokerto. Foto/beritajatim-Misti

“Dua hari yang lalu terjadi penganiayaan diduga salah orang. Korban mengalami luka sobek di pelipis kiri akibat benda tumpul dan dilakukan perawatan di puskesmas dawarblandong. Yang jelas dari Unit Polsek Dawarblandong dibantu Polres melakukan penindakan terhadap calon tersangka,” katanya.

Sebelumnya, ratusan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Dawarblandong dan Lamongan mendatangi Polsek Dawarblandong. Massa menuntut agar pelaku pemukulan terhadap salah satu warga PSHT segera diproses secara hukum. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar