Peristiwa

Polisi Sebut Demo Menolak Omnibus Law di Malang Disusupi Anarko

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota saat rusuh demonstrasi menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja menangkap 129 demonstran pada Kamis, (8/10/2020). Demonstrasi itu berjalan rusuh, bentrokan antara polisi dan demonstran tidak terhindarkan.

Sejumlah fasilitas umum dan fasilitas pemerintah rusak akibat amukan demonstran. Kerusakan yang ditimbulkan mulai dari kaca pecah di gedung DPRD Kota Malang, mobil dinas Pemkot Malang. Serta 1 mobil Pamwal Satpol PP Kota Malang dan 4 motor Dinas Polresta Malang Kota dibakar demonstran.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu mengungkapkan, aksi demonstrasi mahasiswa dan buruh ini telah disusupi kelompok anarko. Hal itu berdasarkan analisa kepolisian. Sampai saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada tersangka.

“Kalau misalkan identiknya anarko memang hitam. Tidak semua masa aksi itu anarko. Tapi anarko inilah yang menyusup ke demonstran ke rata-rata mahasiswa dan buruh. Hasil analisis kejadian 8 Oktober kemarin,” kata Azi, Selasa, (13/10/2020).

Selain itu, dugaan lainnya adalah ajakan kelompok anarko di media sosial. Dimana mereka mengajak dengan seruan berpakaian hitam-hitam. Saat ini polisi belum menangkap satu pun anggota dari anarko. Polisi masih melakukan pendalaman. “Karena mereka mengajak dengan drescode hitam. Masih kita dalami (atribut anarko). Untuk anarko belum ada yang kita tangkap, masih kita dalami lagi,” tandas Azi. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar