Peristiwa

Polisi Periksa 7 Siswa Terduga Pelaku Perundungan di SMP Kota Malang

Kapolresta Malang Kota AKBP Leonardus Simarmata.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota bergerak cepat dalam menangani kasus dugaan perundungan yang dialami oleh MS siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 di Kota Malang. Dia diduga mendapatkan perbuatan tidak menyenangkan menjurus kekerasan oleh tujuh rekan sekolahnya.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan bahwa tujuh siswa itu akan menjalani pemeriksaan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang Kota. Pemeriksaan dilakukan diluar Mako Polresta Malang Kota serta dalam pendampingan orangtua masing-masing.

“Saat ini tiga orang yang sudah diperiksa dari pelapor tantenya atau bibinya korban dan pamannya. Hari ini, kita lakukan pemeriksaan khusus terhadap murid-muridnya yang diduga melakukan penganiayaan ini. Kurang lebih 7 orang,” kata Leonardus, Senin (3/2/2020).

Leonardus mengatakan meski ada upaya perdamaian dari pihak terduga pelaku kepada keluarga korban. Polisi tetal bakal melakukan penyidikan. Sebab, kasus dugaan perundungan dengan korban luka-luka masuk dalam Undang-undang Perlindungan Anak.

“Karena ini peristiwa pidana yang terjadi kaitan dengan Undang-undang Perlindungan Anak. Hingga kalaupun ada perdamaian dan lain-lain kami dari penyidik konsentrasi dulu penuh kepada pemulihan kondisi daripada korban sakit secara fisik maupun secara psikologisnya,” papar Leo.

Menurut Leo pemeriksaan terhadap terduga pelaku perundungan bakal disingkrongkan dengan hasil visum medis. Setelah itu, polisi baru menyimpulkan tindak pidana yang dilakukan oleh terduga pelaku perundungan terhadap MS.

“Kami juga secara konsisten ingin ini diproses dulu kita dudukkan proses hukumnya seperti apa siapa berbuat apa. Dari keterangan saksi dan juga dari hasil visum nanti akan menyatakan peristiwa pidana itu sendiri,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar