Peristiwa

Polisi Panggil Orangtua Pelajar yang Berencana Demo di Malang

Razia pelajar oleh Polres Malang Kota.

Malang (beritajatim.com) – Usai melakukan razia puluhan pelajar dari berbagai sekolahan di kawasan Stasiun Kota Malang, Jalan Trunojoyo, hingga kawasan Gedung DPRD Kota Malang, Kamis, (26/9/2019), Polres Malang Kota memanggil puluhan orangtua pelajar untuk bertemu dengan putra-putrinya.

Kapolres Malang Kota AKBP Donny Alexander mengatakan, total sementara ada 89 siswa yang terjaring razia. Puluhan pelajar ini dikumpulkan di Polres Malang Kota untuk diberikan pengarahan. Polisi tidak ingin pelajar ini dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

“Kami kumpulkan dengan keluarga masing-masing dan kita ngomong dengan orangtuanya, kita kembali ke pengawasan orangtua. Untuk yang bawa sajam (senjata tajam) masih kita pelajari, motifnya apa untuk keperluan sekolah atau keperluan lain,” kata Donny.

Donny mengatakan, polisi lebih mengedepankan pembinaan kepada pelajar yang terjaring razia. Sebab, selain mengikuti ajakan broadcast berkumpul dan berdemonstrasi, beberapa lainnya, ada yang kedapatan membawa senjata tajam, bahkan pil koplo.

“Ada perlindungan anak yang harus kita utamakan kita ingin mereka berubah karena mereka generasi muda bangsa yang harus kita tunggu. Kami masih menelusuri siapa otak dibalik ajakan anak-anak ini untuk keluar dari sekolah, yang nantinya merugikan warga khusus Malang Kota,” ujar Donny.

Donny mengaku, telah berkomunikasi dengan Wali Kota Malang dan Komandan Kodim untuk segera melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Kota Malang. Rencananya, seluruh kepala sekolah akan dikumpulkan agar memberi imbauan kepada pelajar untuk tidak mengikuti kegiatan demonstrasi.

“Anak-anak tidak diperbolehkan karena mereka kan pelajar yang tingkatnya masih awam dan sangat muda. Di sini memang apakah seruan dari luar Jatim, kemudian mereka terpanggil untuk melakukan hal tersebut untuk menggangu ketertiban di Malang Kota,” tandasnya. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar