Peristiwa

Polisi Masih Selidiki Robohnya 10 Ruko Jompo dan Ambrolnya Jalan di Jember

Jember (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, masih menyelidiki robohnya 10 rumah toko di pusat pertokoan Jompo. Ahli dari Universitas Jember pun dilibatkan dalam penyelidikan tersebut.

“Fokus kami ke penyebab ambruknya toko-toko. Kalau ada temuan baru, kami akan kembangkan,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Polres Jember Ajun Komisaris Yadwavina Jumbo Qontasson, Senin (9/3/2020). Polisi belum mengusut status kepimilikan toko-toko di ruko tersebut.

Saat ini sudah ada tujuh saksi dimintai keterangan polisi. Mereka berasal dari Dinas Perindustrian Perdagangan Jember, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jember.

“Kemarin tim ahli dari Unej sudah melakukan evaluasi terakhir di lapangan. Hari ini, kami melakukan ekspos dengan tim ahli dari Teknik Sipil Unej. Setelah ekspos, ahli dari Unej akan berikan kesimpulan tertulis resmi,” kata Jumbo.

Namun, dari hasil ekspos itu, polisi sudah mendapat kesimpulan sementara penyebab robohnya 10 ruko yang berawal dari ambrolnya sebagian Jalan Raya Sultan Agung. “Ada temuan di tim ahli adanya gerusan di pondasi di bawah dengan intensitas (aliran) air yang berulang-ulang,” kata Jumbo. Keputusan akhir tim ahli akan terbit dalam waktu dekat,” kata Jumbo.

Sepuluh unit ruko roboh setelah sebagian Jalan Raya Sultan Agung ambrol, Senin (2/3/2020) pagi. Di bawah jalan ini, mengalir Sungai Jompo. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar