Peristiwa

Polisi Manfaatkan Teknologi Drone untuk Turunkan Balon Udara

Ponorogo (beritajatim.com) – Pada lebaran tahun ini, bisa dibilang Polres Ponorogo sukses dalam menggagalkan puluhan balon mengudara di angkasa. Bahkan Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto mengeklaim ada penurunan hingga 80 persen balon yang bisa mengudara dibandingkan tahun lalu.

“Sosialisasi yang gencar kami lakukan membuat masyarakat sadar akan bahaya dari balon udara tersebut. Banyak warga yang sukarela menyerahkan balon udara tersebut kepada polisi,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, Jumat (29/5/2020).

Selain itu, kata Arief yang membedakan razia balon udara saat ini dengan lebaran tahun lalu ada dalam pemanfaatan teknologi yang ada. Jika dulu secara manual petugas mengamankan balon udara yang akan hendak diterbangkan. Kali ini tidak hilang akal, petugas menurunkan balon udara yang sudah terbang dengan menggunakan drone.

Selain membunyikan petasan, menerbangkan balon udara juga dilarang oleh Polres maupun Pemkab Ponorogo (foto/istimewa)

“Cara manual petugas mengamankan balon udara yang hendak diterbangkan masih kami gunakan. Kali ini juga kami tambah dengan menurunkan balon menggunakan teknologi drone,” kata Arief.

Cara kerjanya drone itu, kata Arief hanya menyobek balon udara yang sudah sudah terbangkan. Karena balon itu berbahan plastik tentu mudah untuk menyobeknya. Sehingga dengan sabetan baling-baling drone itu, balon yang sudah mengudara itu akan sobek, terus langsung turun kebawah.

“Cara ini terbilang efektif untuk menggagalkan balon mengudara,” katanya.

Meski efektif, namun drone itu hanya bisa mengejar balon dengan ketinggian sejauh 200 meter saja. Selain itu cara ini juga beresiko, yakni baling-baling drone milik petugas ada yang rusak akibat menyobek balon tersebut. Namun, Arief mengaku pihaknya sudah menyiapkan spare part-nya.

“Tidak semua polsek yang merazia balon ini menggunakan drone, sudah kami petakan titik mana saja yang perlu memanfaatkan teknologi ini,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar