Peristiwa

Polisi Jamin Keamanan Siswa SMP Korban Perundungan di Kota Malang

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata saat menjenguk MS korban perundungan.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota menjamin keamanan MS, siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 di Kota Malang yang diduga menjadi korban perundungan. Perlindungan diberikan polisi agar keluarga tidak mendapat intervensi dari pihak lain.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan, selain pelindungan pihaknya juga melakukan pendampingan. Salah satunya mendatangkan psikolog untuk melakukan trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis MS. “Yang pasti korban kita lindungi kita bisa lakukan perlindungan lalu juga ada pendampingan ya dari psikolog untuk trauma healingnya,” kata Leo, Senin, (3/2/2020).

Leo menyebut, saat ini polisi juga menunggu hasil visum dari medis. Setelah keluar hasil visum akan dicocokan dengan kondisi fisik dan keterangan dari saksi-saksi. Dia memastikan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Malang Kota akan bekerja obyektif dalam menangani kasus ini.

“Proses tetap kita lakukan. Sekalipun ada surat perdamaian. Kalau anak penangananya berbeda. Dia punya peradilan sendiri ya. Kita libatkan nanti orang tuanya,” papar Leo.

Sementara itu, kasus ini pun viral di media sosial. Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Malang kemudian turun tangan dengan melaporkan peristiwa ini ke Polresta Malang Kota, pada Sabtu, (1/2/2020). “Jadi hasil visum nanti akan kita sandingkan dengan hasil pemeriksaan. Bahwa ditemukan ada luka ya. Di tangan lalu di telapak kaki lalu di punggung sini. Bekas memar semua,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar