Peristiwa

Polisi Ingatkan Demo Menolak UU Omnibus Law di Kota Malang Tidak Boleh Anarkis

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota menyiapkan sejumlah langkah antisipasi jika ada unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja di wilayahnya. Dia menegaskan demonstrasi diperbolehkan asal dilarang berbuat anarkis.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, polisi akan memberikan pengamanan kepada siapa saja yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, dia melarang demonstran melakukan pengrusakan dan pembakaran beberapa fasilitas.

“Jika memang mau mengadakan aksi lanjutan, silahkan. Jika ingin menyampaikan pendapat akan kami layani dengan baik. Kami sekaligus berikan peringatan untuk tidak coba-coba membuat kekacauan. Mulai dari pengrusakan, penganiayaan, pembakaran dan lain-lainnya,” papar Leonardus, Senin, (12/10/2020).

Leoanrdus mengatakan, jika dalam demonstrasi para demonstran melakukan tndakan anarkis polisi akan memberikan tindakan hukum. Dalam mengamankan aksi demonstrasi lanjutan, pihaknya akan menyiapkan tiga ribu personel.

“Kalau kami temukan lagi kami akan lakukan penegakan hukum dan langsung kami tahan, tidak ada penangguhan. Kami menyiapkan setidaknya ada 3 ribu personel dan meminta bantuan dari polres jajaran dan juga TNI,” ujar Leonardus. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar