Peristiwa

Polisi Bakal Sekat Pemudik yang Melintas Wilayah Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Pemudik yang hendak pulang ke kampung halamannya lebih awal tidak bisa seenaknya. Hal ini karena semua titik penyekatan telah didirikan oleh aparat kepolisian. Salah satu titik penyekatan juga dilakukan polisi Gresik.

Aparat Kepolisian setempat telah menggelar apel gabungan baik itu dari unsur TNI, Dishub dan Satpol PP serta pemerintah daerah.

Penyekatan ini bertujuan melarang pemudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Utamanya di wilayah perbatasan serta exit tol. Ada delapan titik yang nantinya dijadikan posko penyekatan.

Posko itu, diantaranya perbatasan Panceng, perbatasan Duduksampeyan, Boboh Menganti, Legundi Driyorejo, exit Tol Manyar, exit tol Kebomas, Barata Kebomas, dan Pelabuhan Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menuturkan, larangan mudik sudah disosialisasikan. Kecuali wilayah aglomerasi (pengumpulan atau pemusatan dalam lokasi kawasan tertentu). Wilayah Gresik masuk aglomerasi Jatim bersama Surabaya, Mojokerto, dan Sidoarjo.

“Penyekatan dan pengamanan berlaku sejak 6 hingga 17 Mei 2021. Kami standby bersama personil gabungan,” tuturnya, Senin (26/04/2021).

Sementara itu, secara terpisah Wabup Gresik Aminatun Habibah (Bu Min) terkait dengan larangan mudik mengatakan, melalui satgas Covid-19 telah mengeluarkan edaran tentang larangan mudik. Untuk mendukung hal tersebut pihaknya telah melaksanakan banyak kegiatan operasi dengan tujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Melalui kegiatan ini diharapakan dapat meminimalisir pergerakan masyarakat dalam rangka merayakan Idul Fitri. Untuk itu, deteksi dini serta pemetaaan kerawanan disetiap daerah agar dapat mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” pungkasnya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar