Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Polemik Pita Kejut Depan Rumdin Wabup Magetan, Begini Klarifikasi Pemkab

Pita kejut di depan Rumah Dinas Wabup Magetan yang dikeluhkan pengguna jalan.

Magetan (beritajatim.com) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Magetan turut angkat bicara terkait pemasangan pita kejut di depan rumah dinas Wakil Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti. Pita kejut yang terpasang di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu bukan permintaan dari Wabup Nanik, melainkan murni hasil kajian Dinas Perhubungan Magetan.

Kabid Keterbukaan Informasi Publik Diskominfo Magetan Eko Budiono mengungkapkan kalau pihaknya sudah mendapatkan klarifikasi bahwa pemasangan pita kejut di sepanjang Jalan Jaksa Agung Suprapto murni hasil kajian seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Magetan Welly Kristanto.

Wabup Nanik sendiri tak pernah meminta pemasangan pita kejut untuk tujuan apapun. Seluruh alat kelengkapan jalan yang ada di Magetan murni hasil kajian dari dinas yang mengampu.

”Kami ingin meluruskan informasi yang sudah diberitakan. Pemasangan pita kejut tersebut bukan permintaan atau perintah dari Wakil Bupati Magetan, melainkan murni hasil kajian dari dinas perhubungan,” kata Eko pada beritajatim.com, Jumat (20/5/2022).

Dia menjelaskan penuturan dari Kepala Dinas Perhubungan sudah sesuai dengan kajian yang dilakukan. Dia membenarkan kalau sudah ada rambu-rambu batas kecepatan maksimal yakni 40 km/jam namun tidak dipatuhi pengguna jalan.

Sebelumnya, pita kejut di Jalan Jaksa Agung Suprapto Magetan dikeluhkan pengguna jalan dan warga setempat. Selain membuat jalan jadi tidak nyaman, mereka mengeluhkan kalau pita kejut terlalu banyak dan bisa merusak kendaraan. Terlebih, kendaraan berat yang lewat bakal berbunyi nyaring.

Kepala Dinas Perhubungan Welly Kristanto sempat memberi konfirmasi jika pihaknya sudah memasang rambu batas jalan yakni maksimal 40 km per jam. Pemasangan itu atas dasar pertimbangan bahwa jalur tersebut jadi jalur utama untuk menuju kawasan pusat pemerintahan Magetan dan Alun-Alun Magetan. Sayangnya rambu tersebut tak diaptuhi, sehingga pihaknya memilih untuk memasang traffic cone dan masih belum membuat pengguna jalan memelankan laju kendaraan.

”Kami akhirnya memasang speed trap dengan semen putih, tapi pengendara masih kencang memacu kendaraan. Akhirnya kami pasang pita kejut dari aspal untuk membuat laju pengendara agak lambat,” katanya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar