Peristiwa

Pohon Tumbang Timpa Rumah, Pelajar Tewas di Dalamnya

Tuban (beritajatim.com) – Angin puting beliung menerjang dua desa di wilayah Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Akibatnya, puluhan rumah warga rusak pada bagian atap karena tertimpa pohon. Bahkan, satu orang warga juga dikabarkan meninggal dunia atas peristiwa tersebut yakni Anto (16), pelajar SMP warga Desa Gemulung, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, angin puting beliung itu menerjang Desa Trantang dan Gemulung, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban Senin malam. Angin kencang itu datang bersamaan dengan hujan lebat yang terjadi hampir seluruh wilayah Tuban.

“Puting beliung yang terjadi di dua desa itu membuat banyak rumah yang rumah. Seperti rusak pada bagian atapnya yang terbawa angin dan juga ada yang tertimpa pohon,” ungkap Gaguk Hariyanto, Kepalda Bidang Kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Selasa (19/3/2019).

Salah satu rumah yang tertimpa pohon akibat puting beliung itu adalah rumah milik Sarju, warga Desa Gemulung, Kecamatan Kerek. Saat kejadian, Anto yang merupakan anak pemilik rumah, sedang berada di dalam bangunan yang rusak. “Akibat terdampak angin puting beliung ini satu korban meninggal dunia, korban masih pelajar kelas 3 SMP. Pada saat kejadian korban di dalam rumah dan ada pohon yang tumbang menimpa rumahnya,” tambah Gaguk.

Menurutnya, setelah adanya laporan pohon yang tumbang menimpa rumah warga dan mengakibatkan korban meninggal dunia itu, pihak BPBD Tuban langsung terjun ke lapangan. Selanjutnya petugas melakukan evakuasi dengan memotongi pohon yang tumbang menimpa rumah warga tersebut. “Proses evakuasi langsung dilakukan oleh tim BPBD Tuban dan kita kemudian melakukan pendataan rumah yang menjadi korban. Selanjutnya kita juga akan mengirim bantuan kepada korban,” papar Gaguk.

Sementara itu berdasarkan rincian peristiwa angin puting beliung itu merusak sebanyak 150 warga yang ada di Desa Gemulung dan sekitar 12 rumah warga di Desa Trantang. Adapun untuk kerugian material akibat kerusakan rumah dengan berbagai kategori itu ditaksir mencapai sekitar Rp 300 juta.[mut/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar