Peristiwa

‘Pohon Keramat’ di Pamekasan Tumbang

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebuah pohon asam yang ‘dikeramatkan’ warga di Dusun Lobuk, Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, tercabut dari akar dan menimpa rumah warga yang berada di sisi barat ‘pohon keramat’, Minggu (16/2/2020).

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 13:20 WIB, khususnya pasca hujan lebat namun tidak disertai angin mengguyur wilayah Pamekasan dan sekitarnya. Termasuk di lokasi ‘pohon keramat’ yang berada di sisi barat rumah milik Sarrip (55) yang kebetulan masih menunaikan ibadah umroh ke tanah suci Makkah bersama istrinya.

Sementara saat kejadian, Arif (menantu Sarrip) berada di dalam rumah mengalami luka gores akibat kejatuhan plafon asbes. Sebab dahan pohon asam menimpa atap teras. “Hujan sudah redah dan tidak ada angin sama sekali, terlihat kondisi pohon sudah miring ke arah barat,” kata warga setempat, Hatifah.

“Saat kejadian, sempat ada anak-anak yang bermain di bawah pohon asam. Namun saat melihat akar pohon bergerak seperti akan roboh, kami teriak dan memanggil anak-anak agar menjauh dari akar pohon. Beruntung mereka tidak tertimpa pohon,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Dasok, Fathor Rasyid mengatakan jika selama ini pohon asam tersebut dikeramatkan, karena tepat di sisi selatan pohon terdapat dua makam orang alim asal Sumenep. Bahkan di sisi timur makam juga dibangun surau kecil beratap ilalang.

Bahkan tidak jarang ada warga yang bertapa di dalam surau dalam waktu beberapa hari, sebagian di antara mereka bisa mendapatkan pusaka berupa keris, tombak dan lainnya. “Anehnya pohon tumbang tepat di atas rumah warga, justru tidak menimpa rumah hingga ambruk,” jelasnya.

“Sekarang pohon ini sudah tumbang, ada pertanda apa lagi di kampung kami. Sebab selama ini seringkali diidentikkan dengan beragam musibah, tapi berdoa kepada Allah agar kami diselamatkan dari beragam musibah,” harapnya. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar