Iklan Banner Sukun
Peristiwa

PMK Meluas, Tempat Pemotongan Hewan Kurban di Lamongan Wajib Kantongi Izin

Salah satu kandang ternak sapi di Lamongan.[ist]

Lamongan (beritajatim.com) – Hingga kini, wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lamongan kian merebak.

Oleh karenanya, Tempat Pemotongan Hewan (TPH) di Lamongan diwajibkan untuk mengantongi izin dan memenuhi persyaratan pemotongan hewan kurban menjelang Iduladha 1443 H.

Medik Veteriner Madya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan drh. Rahendra Prasetya membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Bupati Lamongan, Nomor 524/506/413.114/2022, tanggal 8 Juni 2022 Tentang Pelaksanaan Kurban Dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease).

“Iya, seluruh tempat pemotongan hewan diwajibkan memenuhi persyaratan pemotongan hewan kurban,” ujar drh. Rahendra Prasetya saat dihubungi wartawan, Jumat (1/7/2022).

Menurut Rahendra, berdasarkan data yang diserap dari Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner per tanggal 30 Juni 2022, pihak Disnakeswan Lamongan sudah mengirimkan sebanyak 229 surat TPH kurban.

“Sampai kemarin sore, Disnakeswan Lamongan sudah mengirimkan 299 surat persetujuan tempat pemotongan hewan kurban, mas,” tandasnya.

Sementara itu mengenai sebaran wabah PMK di Lamongan, Rahendra menyebutkan, dari 3754 populasi sapi yang ada, terdapat 2885 ekor sapi yang tertular. Lalu dari jumlah itu ada 643 yang sudah sembuh, 22 ekor sapi mati, 68 ekor dijual, dan 28 ekor dipotong paksa. Sehingga yang masih sakit ada 2124 ekor.

“Untuk kambing, total ada 30 ekor kambing yang tertular. Yang sembuh ada 21 ekor, yang mati 2 ekor, dan hanya ada 7 yang masih sakit. Wabah PMK ini telah menyebar ke 25 kecamatan se-Lamongan, dan hanya tersisa 2 kecamatan yang bebas PMK yakni Kecamatan Deket dan Karangbinangun,” jelasnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar