Iklan Banner Sukun
Peristiwa

PMK di Lamongan Terus Meningkat, Selain Sapi, 18 Kambing Turut Terjangkit

Jumlah ternak kambing yang terjangkit PMK, data Disnakeswan Lamongan, per hari Rabu (25/5/2022).

Lamongan (beritajatim.com) – Sebaran penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak terus meningkat. Selain sapi, untuk pertama kalinya, wabah PMK juga mulai menjangkiti ternak kambing di Kabupaten Lamongan.

Berdasarkan data yang masuk per hari Rabu (25/5/2022), di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan, tercatat sudah ada belasan ekor kambing di 3 kecamatan di Lamongan yang tertular PMK.

Adapun rincian kambing yang terjangkit PMK tersebut meliputi 3 ekor kambing di Kecamatan Kembangbahu, 1 ekor kambing di Kecamatan Tikung, dan 14 ekor kambing di Kecamatan Sugio.

“PMK kambing berada di 3 kecamatan, antara lain Kecamatan Kembangbahu, Tikung, dan Sugio. Dari 26 populasi, 18 ekor dinyatakan positif PMK,” kata Medic Vertiner Diknakeswan Lamongan, Rahendra saat dihubungi, Rabu (25/5/2022).

Menurut Rahendra, belasan kambing yang terjangkit PMK ini dapat dipastikan karena tertular PMK dari ternak sapi. Apalagi kambing-kambing tersebut berada di 3 kecamatan yang diketahui paling banyak sapinya terjangkit PMK.

“Virus PMK ini tergolong virus yang cepat dan mudah penularannya. Virus ini bisa menyebar melalui udara atau airborne dengan radius hingga 10 kilometer,” terangnya.

Bupati Lamongan Yihronur Efendi saat meninjau ternak kambing di salah satu pasar hewan Lamongan, sebelum PMK.

Sementara untuk ternak sapi, Kepala Dinas Kominfo Lamongan, Sugeng Widodo saat dihubungi secara terpisah menyebutkan bahwa sebaran wabah PMK telah meluas ke 16 kecamatan di Lamongan.

Angka itu bertambah dari data sebelumnya pada tanggal 22 Mei 2022 yang menyebut ada 15 kecamatan yang hewan ternaknya terjangkit PMK. Lonjakan penularan PMK yang signifikan terjadi di Kecamatan Solokuro, yakni dari 42 populasi sapi, terdapat 33 yang terjangkit PMK, sebelumnya hanya 15 ekor.

“Data per hari ini, dari populasi sapi yang berjumlah 695 ekor, 487 diantaranya terjangkit PMK. Lalu dari 487 ini, sebanyak 97 ekor dinyatakan sembuh, 6 ekor mati, 33 ekor dijual oleh pemiliknya, dan 347 ekor masih sakit,” sebut Sugeng.

Dengan meningkatnya penyebaran wabah PMK di Lamongan ini, Sugeng mengaku, pihak Pemkab Lamongan melalui Disnakeswan telah intens melakukan berbagai upaya percepatan pencegahan dan penanganan.

Upaya-upaya tersebut yakni melokalisir ternak sapi untuk mengendalikan dan mengeliminasi penyebaran virus penyebab PMK, pemberikan antibiotik, vitamin, dan desinfektan, serta melakukan penutupan pada 2 (dua) pasar besar hewan yang berada di Kabupaten Lamongan.

“Kami juga telah dan terus berkoordinasi dengan Polres Lamongan untuk mengontrol keluar masuknya sapi dengan baik. Bahkan juga bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) Universitas Airlangga untuk memberikan edukasi dan contoh penanganan kasus PMK di lapangan agar tak menyebar lebih luas lagi,” pungkasnya.[riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar