Peristiwa

PMII Pamekasan Tolak Kenaikan Harga BBM

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan menggelar demonstrasi ke Gedung DPRD Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Selasa (6/9/2022).

Demonstrasi tersebut digelar dalam rangka menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), karena dianggap menyengsarakan rakyat. Terlebih pasca pandemi Corona Coronavirus Disease 2019.

Dalam aksi tersebut, massa yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Pamekasan, melakukan aksi jalan kaki dari pusat kota Pamekasan, yakni area Monumen Arek Lancor menuju Gedung Wakil Rakyat di wilayah setempat.

“Bangsa ini baru saja keluar dari pandemi yang sudah berlangsung dalam dua tahun terakhir, saat ini tengah dalam upaya pemulihan sektor ekonomi. Tapi kenapa negara justru menaikkan harga BBM yang jelas-jelas akan memberikan dampak kepada masyarakat luas,” kata salah satu orator aksi, Moh Yasin.

Pihaknya menilai kenaikan harga BBM akan sangat berdampak pada sektor perekonomian masyarakat, salah satunya pada peningkatan harga barang dan jasa atau kebutuhan pokok lainnya. “Seperti kita ketahui bersama bahwa semua pelaku usaha biasanya akan menyesuaikan harga dengan kenaikan BBM,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, kebijakan menaikkan harga BBM juga akan berdampak pada inflasi. Karena setiap kenaikan harga BBM sebesar 10 persen justru akan menambah pada nilai inflasi sebesar 1,2 persen.

“Kebijakan (menaikkan harga BBM) ini tentunya akan menyengsarakan masyarakat terdampak. Dari itu kami secara tegas menolak kebijakan pemerintah dan menuntut agar harga BBM diturunkan,” tegas pria yang menjabat sebagai Ketua PC PMII Pamekasan.

Sebelumnya aksi menolak kenaikan harga BBM juga dilakukan sejumlah mahasiswa dan pemuda di Pamekasan, di antaranya penolakan dari massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan, BEM UNIRA Pamekasan, serta sejumlah komunitas pemuda lainnya. [pin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar