Peristiwa

PMII Minta Kapolres Jember Jadi Mediator dengan Bupati

Jember (beritajatim.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal agar mau memediasi pertemuan mereka dengan Bupati Jember.

Permintaan ini dilontarkan Ketua Umum PMII Cabang Jember Ahmad Hamdi Hidayatullah saat bertemu Alfian di Rumah Sakit Perkebunan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Selasa (15/10/2019) malam.

PMII sudah melakukan tiga kali aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria dan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang. Aksi terakhir siang tadi berujung kericuhan setelah mahasiswa menjebol pagar gerbang Kantor Bupati Jember di Jalan Sudarman, karena kecewa setelah Bupati tak menemui mereka.

“Saya sampaikan agar Pak Kapolres tetap mendampingi penyampaian aspirasi masyarakat melalui PMII Jember kepada bupati agar segera dibentuk Perda RDTR dan GTRA,” kata Hamdi.

Hamdi mengatakan insiden siang tadi bukanlah kesengajaan. Mahasiswa tidak bermaksud berbenturan dengan aparat kepolisian yang mengakibatkan dua aktivis harus dirawat di RS Daerah dr. Soebandi dan RS Perkebunan Kaliwates.

“Itu aksi damai. Tapi massa terbakar karena tidak ditemui bupati Jember,” kata Hamdi.

Alfian Nurrizal malam ini menjenguk mahasiswa yang dirawat di sana sekaligus menemui jajaran pengurus PMII Jember, dengan didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia Jember Abdul Halim Subahar.

Alfian menanggung biaya pengobatan mahasiswa hingga sembuh. Dia juga menjamin akan memediasi mahasiswa dengan bupati. (wir/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar