Peristiwa

PMII Jember: Gubernur Harus Pastikan Jatim Aman dari Tambang

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berunjuk rasa di depan gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Jumat (24/5/2019). Mereka meneriakkan tiga tuntutan terkait persoalan tambang.

Mahasiswa menuntut agar Gubernur Khofifah menjamin bahwa Jatim aman dari segala macam bentuk eksplotasi tambang. Koordinator aksi Baijury mengacu pada visi dan misi ‘Jatim Harmoni’ milik Khofifah yang berupaya mengintegrasikan berbagai elemen termasuk 51 titik ESDM.

“Kedua, merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah Jatim terkait ketentuan pertambangan. Ketiga memberhentikan status jabatan Setiajit sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jatim,” kata Baijury.

Baijury mengatakan, pemberdayaan ekonomi tak harus selalu dengan pertambangan. Namun PMII melihat masih ada upaya agar tambang emas di Silo dieksploitasi. Sementara di Jember sendiri selain di Silo ada beberapa titik pertambangan, yakni Gunung Manggar, Puger, dan Pantai Paseban.

Para pengunjuk rasa ditemui beberapa legislator DPRD Jember, antara lain Hafidi (PKB), Suwignyo Widagdo (Golkar), Mangku Budi (PKS), dan David Handoko Seto (Nasdem). Mereka sepakat menandatangani nota kesepahaman komitmen untuk menolak pertambangan dan menyampaikan aspirasi dari mahasiswa kepada Gubernur Jatim. Hafidi mendukung keinginan mahasiswa. “Kita tolak tambang karena tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar