Iklan Banner Sukun
Peristiwa

PMII Desak Bupati Hendy Segera Dirikan Pabrik Pupuk Organik di Jember

Aksi unjuk rasa PMII Jember

Jember (beritajatim.com) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendukung gagasan Bupati Hendy Siswanto untuk mendirikan pabrik pupuk organik di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bahkan mereka mendesak agar rencana itu segera direalisasikan.

Dukungan ini tertuang dalam pernyataan resmi PMII dalam aksi unjuk rasa memperingati setahun pemerintahan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, di depan kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Selasa (8/3/2022).

“Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Jember segera menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk organik sebagai bentuk upaya mengatasi kelangkaan pupuk,” kata Ketua PMII Jember Mohammad Faqih Alharamain dalam salah satu tuntutan.

PMII menyoroti situasi kelangkaan pupuk saat ini di Jember. “Pemerintah menjadikan pupuk Organik sebagai solusi dengan janji pembangunan pabrik pupuk organik di setiap kecamatan, namun tidak diimbangi dengan kontrol dan manajemen yang baik,” kata Faqih.

Belum dibangunnya pabrik pupuk organik ini berdampak pada petani. “Begitu pupuk subsidi tidak memenuhi kebutuhan sarana produksi petani, pupuk organik yang dicanangkan tidak tersedia. Akibatnya pupuk mulai langka dan kemudian menjadi lebih mahal, sehingga memaksa petani untuk menambah input produksi untuk memnuhi kebutuhan pupuk,” kata Faqih.

Padahal saat kampanye, menurut Faqih, Hendy-Firjaun menyodorkan sejumlah solusi dan mimpi yang ‘berlebihan’ dalam pembangunan sektor pertanian. “Tegas dan lugas bupati menyampaikan visi dan janji politiknya untuk menjadikan Jember sebagai pusat komoditas pertanian di tingkat nasional dan internasional, menyejahterakan dengan menjaga ketersediaan pupuk sepanjang tahun dan menjadi stabilitator harga hasil pertanian di pasar,” katanya.

PMII menilai, wacana untuk menjadikan sektor pertanian Jember sebagai pusat komoditas di tingkat nasional hingga internasional tidak dibarengi dengan kejelasan agenda pemerintah selama ini. Faqih menilai, masih ada pembiaran aktvitas-aktivitas ekstraktif yang mengancam sektor pertanian, serta intervensi pemerintah dalam hal inovasi, pengembangan manajemen dan penguatan pasar masih minim.

Gagasan untuk mendirikan pabrik pupuk organik dikemukakan Hendy, saat memberikan pidato sambutan dalam sidang paripurna serah terima jabatan kepala daerah dari Pelaksana Harian Bupati Hadi Sulistyo, di gedung DPRD Jember, Selasa (2/3/3021).

“Enam puluh persen sampai tujuh puluh persen masyarakat Jember adalah petani. Tentunya sampai hari ini kita hanya mengharapkan subsidi dari pemerintah pusat. Kita tahu pemerintah pusat sungguh berat mengatur kuota pupuk yang sangat terbatas,” kata Hendy.

“Kita punya perguruan tinggi di bidang pertanian. (Program) ini harus diwujudkan dengan memiliki pabrik pupuk sendiri. Sehingga potensi Jember tak lagi tergantung pada ketersediaan pupuk (bersubsidi) dan murah,” kata Hendy.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Jember Imam Sudarmaji mengungkapkan, akan ada dua pabrik pupuk organik yang didirikan di Kecamatan Silo dan Wuluhan dengan anggaran masing-masing Rp 2 miliar. Saat ini, pemerintah masih melakukan survei layak desain bangunan gedung dan alat mesin pertanian.

Rencananya, pabrik itu memproduksi 3-5 ton pupuk organik per hari. “Bahan baku pabrik ini dari petani. Kelompok tani yang punya ternak, (kotorannya) bisa dimasukkan. Kami akan beli kotoran ternak dari petani, diolah, dan dikembalikan hasilnya ke petani juga,” kata Imam, Rabu (19/1/2022). [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar