Peristiwa

PMII Demo Tuntut Pengembalian Saluran Irigasi

Jember (beritajatim.com) – Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berunjuk rasa di depan gedung DPRD dan Kantor Bupati Jember, Jawa Timur, Kamis (10/9/2020). Mereka mempersoalkan irigasi di Kecamatan Puger.

Aksi demo dipicu pemindahan saluran irigasi untuk kepentingan salah satu perusahaan. Menurut PMII, pemindahan aliran irigasi ini membuat banyak sawah yang tak teraliri. Kurangnya debit air membuat petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk menyedot air. “Setiap perubahan aliran irigasi seharusnya melibatkan petani,” kata Bagaskara, koordinator aksi.

PMII menunggu ketegasan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengembalikan saluran irigasi itu. “Kami butuh bukti nyata,” kata Bagaskara

Para mahasiswa ditemui Bupati Faida dan Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono secara terpisah. Mereka menandatangani pakta integritas kesiapan untuk melaksanakan tuntutan pengembalian saluran irigasi. “Kami beri deadline satu minggu,” kata Bagaskara.

Usai demo, Bupati Faida menolak menjawab pertanyaan wartawan. Sementara itu Siswono mengatakan, kasus itu muncul pada 2017. “Kami sempat melakukan audiensi saat itu. Ada dua kelompok petani, Puger Wetan dan Puger Kulon. Sikap mereka tidak sama,” katanya.

Saat itu, menurut Siswono, DPRD Jember sempat menghentikan pembangunan saluran irigasi selama enam bulan. “Saat itu belum ada izin resmi dari Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur,” katanya. Namun saluran irigasi pun akhirnya tetap berpindah. Siswono mendukung perjuangan mahasiswa. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar