Peristiwa

Usai Dijemput BPBD Kota Kediri

PMI dari Singapura Jalani Isolasi di Kantor Kelurahan

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri kembali tunjuk BPBD untuk menjemput Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Ngronggo dan Manisrenggo. Keduanya tiba di Kantor Kelurahan Ngronggo, pukul 14:30 WIB didampingi tim dari BPBD. Setibanya di lokasi, keduanya langsung mendapat sambutan dari Lurah Ngronggo dan Manisrenggo. Kedua pekerja migran dari Singapura tersebut kemudian menjalani masa isoman selama lima hari. Wanita berusia 51 dan 38 tahun tersebut mendarat di Bandara Internasional Juanda pada hari Kamis, 22 Juli kemudian diisolasi di UPT Asrama Haji Sukolilo.

Saat ini keduanya menjalani isolasi mandiri bertempat di Kantor Kelurahan Ngronggo dalam kondisi negatif Covid-19. Ruangan yang sebelumnya merupakan posko PPAWPA kini telah dialihfungsikan menjadi ruang isolasi. Heru Sugiarto, Kepala Kelurahan Ngronggo menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kelurahan Manisrenggo agar kedua PMI tersebut menjalani isoman di Kelurahan Ngronggo.

“Kalau di Manisrenggo kan tempat isolasinya berupa aula, jadi supaya lebih nyaman maka kami jadikan satu tempat isolasi. Selain itu mereka kan tiba dari Singapura bersama-sama, jadi supaya ada temannya” imbuh Heru.

Selama menjalani isoman, kedua pahlawan devisa tersebut mendapatkan fasillitas berupa ruangan isolasi, tempat tidur, MCK, obat-obatan dan vitamin, penjagaan 24 jam, serta wifi gratis. “Kalau perihal makanan, yang bersangkutan mendapat kiriman dari keluarga masing-masing yang diserahan melalui relawan PPKM kelurahan, selanjutnya baru diteruskan ke PMI. Tetapi sebelum keluarga datang, kami juga menyiapkan makanan” ungkap Heru.

Meskipun warganya kini tengah diisolasi di Kelurahan Ngronggo, pihak Kelurahan Manisrenggo tetap melakukan pemantauan kondisi PMI tersebut. “Kami tetap melakukan pengecekan kondisi PMI asal Manisrenggo dan sampai saat ini dalam kondisi sehat tidak ada keluhan” terang Bambang Supriyanta, Kepala Kelurahan Manisrenggo. Menyikapi adanya penggabungan tempat isolasi ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan kecamatan terkait prosedurnya.

“Daripada masing-masing kelurahan bikin tempat isolasi, maka dari itu kami sepakat untuk menggabungkannya di Kelurahan Ngronggo supaya tidak menambah shift relawan PPKM” jelas Bambang. “Saya juga sudah menghubungi keluarga PMI dan mereka tidak keberatan jika yang bersangkutan menjalani isolasi di Ngronggo” tambahnya.

Kedua pihak kelurahan akan terus memantau kondisi PMI selama menjalani isoman. Setelah masa isoman berakhir PMI diwajibkan melakukan tes swab, apabila hasilnya negatif maka dapat kembali ke keluarganya. Namun apabila hasil tes menunjukkan positif dan tanpa gejala PMI akan dirujuk ke BLK sebagai isolasi pusat. Jika keluhannya ringan dirujuk ke RS Kilisuci, sebaliknya jika berat akan dilarikan ke RSUD Gambiran.

Kepulangan para pekerja migran tersebut diatur dalam Instruksi Mendagri Nomor 10 tahun 2021. Dalam aturan tersebut, Mendagri menginstruksikan kepada kepala daerah untuk melakukan pengawasan masuknya PMI dengan berkoordinasi dengan unsur terkait. Indun Munawaroh, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri menerangkan bahwa penjemputan dapat dilakukan setelah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya memberikan notifikasi.

“Jadi kami tidak bisa asal jemput. Notifikasi yang dikeluarkan KKP Kelas I Surabaya tersebut didasarkan pada hasil tes swab. Apabila hasil tes swab negatif, maka bisa kami jemput, tetapi kalau positif akan dirawat di RS Lapangan Indrapura”, jelas Indun.

Suliati dan Naning Jayanti, PMI asal Kelurahan Ngronggo dan Manisrenggo tersebut sangat senang dapat pulang kembali ke Indonesia. Keduanya juga merasa bersyukur telah dijemput oleh BPBD Kota Kediri tanpa dipungut biaya.

“Saya senang sekali bisa pulang, apalagi sampai dijemput sama BPBD ke Surabaya. Kami tidak menyangka ternyata kepulangan kami sangat diperhatikan sama Pak Walikota. Terima kasih banyak buat Pak Walikota dan BPBD yang sudah menjemput kami di Asrama Haji. Terima kasih juga untuk Kelurahan Ngronggo sudah menyediakan tempat dan fasilitas untuk isolasi kami. Semoga nanti hasil tes swab kami negatif supaya bisa berkumpul sama keluarga lagi” ungkap Suliati. [nm/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar