Peristiwa

PLN Bangkalan Didemo Warga karena Segudang Masalah

Aksi demo di depan kantor PLN ULP Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Sejumlah warga Kabupaten Bangkalan mendatangi kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. Kedatangan dipicu karena banyaknya masalah termasuk tingginya volume kejadian pemadaman listrik di wilayah pelosok.

Ahmad Annur, salah satu warga saat berada di depan kantor PLN ULP Bangkalan mengatakan, sampai saat ini jaringan listrik terutama di kawasan pedesaan belum sepenuhnya merata. Yang labih parah lagi, pelanggan baru harus menunggu berbulan-bulan bahkan ada yang sampai satu tahun baru terpasang listrik.

“Calon pelanggan PLN ini tidak gratis melainkan membayar sampai Rp 3 juta kepada oknum. Tetapi sampai saat ini juga tidak dilayani untuk mendapatkan jaringan,” teriak Ahmad Annur, Selasa (29/9/2020).

Lanjut Ahmad, dengan situasi seperti itu jangan salahkan warga jika harus menyambung listrik dari satu rumah ke rumah lainnya. Bahkan, tak sedikit yang melakukan pencurian listrik untuk memenuhi kebutuhan penerangan.

“Selain itu juga sering terjadi pemadaman listrik tanpa pemberitahuan,” keluhnya.

Sementara itu, Manajer Pelayanan Pelanggan Area Bangkalan, Pangky Yongkynata mengatakan pihaknya selalu memberikan pemberitahuan saat akan terjadi perbaikan yang telah dijadwalkan.

“Namun untuk gangguan luar, seperti pohon tumbang atau lainnya, kami tidak bisa prediksi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, gangguan tersebut tak selalu dari satu desa, namun bisa dari desa lain yang memiliki jaringan listrik yang sama. Sehingga, pemulihannya dilakukan bertahap.

“Seperti di Kokop kemarin itu sumbernya dari Burneh. Jadi pemulihannya kami mulai dari Burneh, Tanah Merah, Galis baru Kokop. Karena itu satu jaringan,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menegaskan tak ada pegawai dari PLN yang melakukan penipuan atau pungli pada masyarakat. Sebab, untuk pasang baru pembayaran melalui online atau bank, sehingga tidak ada uang cash masuk ke petugas secara langsung.

“Sistem pembayaran kami online dan juga bisa ke bank langsung. Jadi tidak menerima uang cash. Saya pastikan seluruh petugas resmi PLN tidak melakukan pungli, itu hanya pihak luar yang mengaku dari PLN,” tandasnya.

Setelah mendapat penjelasan dari PLN belasan masa tersebut kemudian membubarkan diri dan meninggalkan kantor PLN Bangkalan. [sar/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar