Peristiwa

Plengsengan Jembatan Kedungkandang Ambrol, Tidak Ganggu Proyek

Perbaikan plengsengan jembatan Kedungkandang yang ambrol.

Malang (beritajatim.com) – Plengsengan di bawah Jembatan Kedungkandang di Jalan Mayjend Sungkono, Kedungkandang, Kota Malang ambrol. Plengsengan yang ambrol itu diperkirakan setinggi 10 meter dengan lebar 20 meter. Plengsengan ini ambrol sekira pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB pada Minggu, 22 November 2020.

Plh KBO sekaligus Kasubnit I Unit IV Sat Reskrim Polresta Malang Kota, Iptu Rudi Hidajanto saat meninjau lokasi mengatakan informasi dari pimpinan proyek plengsengan yang ambrol masih dalam kewajiban mereka. Proyek itu belum diserahkan ke pemerintah. Sehingga, tugas dari pelaksana proyek adalah memperbaiki plengsengan. Sehingga tidak menganggu pengerjaan proyek jembatan Kedungkandang.

“Memang terjadi longsor di plengsengan, saat ini masih dalam pengerjaan masih kewajiban pimpro (pimpinan proyek) untuk memperbaiki. Bahkan setelah diserahkan ke pemerintah masih ada masa perawatan sampai Desember tahun mendatang. Jika ada insiden masih kewajiban pimpinan proyek,” ujar Rudi.

Rudi mengungkapkan, hasil pengamatan sementara akibat ambrolnya plengsengan ini tidak merugikan negara. Sebab, pelaksana proyek masih memiliki kewajiban memperbaiki sesuai tanggungjawabnya. Sedangkan untuk penyebab plengsengan ambrol murni faktor alam karena intensitas hujan tinggi pada Minggu (22/11/2020) siang hingga malam.

“Belum ada kerugian negara karena masih dalam pembangunan, ini masih satu kontrak dengan pembangunan jembatam dan plengsengan. Tidak mengganggu proyek, tidak ada resiko. Penyebabnya murni gangguan alam hujan deras kemudian bawahnya tergerus,” kata Rudi.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Hadi Santoso mengatakan atas kejadian ini pihaknya akan melakukan perbaikan plengsengan tidak hanya di bawah jembatan namun juga di sisi timur seberang jembatan. Untuk lebih aman, bahan bakunya juga akan diganti dari batu menjadi beton. Saat ini pekerja proyek telah melakukan pengurukan sebelum mengganti batu dengan beton pada plengsengan.

“Perbaikan karena ambrol nanti tidak hanya dijembatan saja tapi termasuk juga seberangnya sisi timur nanti saya pasang beton semuanya. Nanti dipasang beton bukan batu. Karena kalau batu yang dibawah yang sudah terpakai kalau dipakai lagi saya tidak mau. Kalau pondasinya tidak apa sebenarnya. Tapi tetap saya minta ganti beton,” tandas Hadi Santoso. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar