Peristiwa

Platform Digital Plat Merah Ini Mudahkan Pencari Kerja

Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan platform national talent pool SIMONAS. Platform itu bisa digunakan oleh pencari kerja untuk menemukan peluang kerja dan pelaku industri untuk mencari talenta digital yang dibutuhkan.

Saat ini, dinamika globalisasi yang dipermudah oleh revolusi industri jilid ke 4 membuat persaingan semakin tajam dan perang dagang semakin memanas. Dalam Pidato Kenegaraan Peringatan 74 tahun Kemerdekaan Indonesia di hadapan anggota DPR RI, Presiden menyebut persaingan antarnegara juga akan berebut orang-orang pintar.

“Antarnegara memperebutkan talenta-talenta hebat yang bisa membawa kemajuan bagi negaranya. Dunia tidak semata sedang berubah tetapi sedang terdisrupsi. Di era disrupsi ini ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Mengantisipasi hal itu, Pemerintah berupaya mengambil peluang di tengah arus komunikasi dan interaksi yang semakin mudah dan terbuka. Oleh karena itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Badan Litbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya menghubungkan SDM yang tersedia di Indonesia dengan perusahaan atau instansi yang membutuhkan tenaga kerja.

Upaya itu diimplementasikan dengan meluncurkan platform SIMONAS. Platform ini berfungsi untuk rekrutmen tenaga kerja sekaligus sebagai national talent pool yang dapat digunakan oleh kandidat pencari kerja dan perusahaan atau instansi yang memerlukan tenaga kerja.

“Isu nomor satu di Indonesia adalah masalah talenta SDM. Microsoft, Cisco, kesulitan mencari teknisi, Saya akhirnya membuat program Digital Talent Scholarship di Indonesia. Tahun ini, kita mulai dengan 1.000 peserta yang bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi,” ungkap Menteri Kominfo Rudiantara dalam peluncuran akbar SIMONAS di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Menurutnya, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pun, menjadi perhatian serius Pemerintah. “Bahkan, di pesantren-pesantren nantinya ada Balai Latihan Kerja, atau BLK untuk membekali para santri dengan keterampilan teknis,” tutur pria yang karib disapa Chief RA ini.

Selain itu, perusahaan dapat menggunakan SIMONAS untuk melakukan talent scouting berdasarkan skills, lokasi, sekolah atau universitas terakhir, tingkat pendidikan, tema pelatihan DTS yang diikuti, dan IPK. Terdapat fitur mail antara perusahaan dan kandidat untuk memudahkan komunikasi dalam proses rekrutmen.

“SIMONAS juga mewadahi talenta lulusan Digital Talent Scholarship dan lulusan SKKNI yang telah menyelesaikan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo. Platform ini terbuka untuk umum, namun memberikan badge verifikasi terhadap lulusan program DTS serta informasi mengenai tema pelatihan yang diikuti,” tutur Kepala Badan Litbang SDM Basuki Yusuf Iskandar.

Jika selama ini, mayoritas platform rekrutmen kerja membebankan biaya pada perusahaan, SIMONAS memberikan akses gratis bagi perusahaan dan kandidat pencari kerja. “Untuk kandidat pencari kerja, SIMONAS memberikan fitur pencarian kerja berdasarkan lokasi, kisaran gaji, jenis perusahaan, dan nama perusahaan. Ke depannya, SIMONAS akan memberikan opsi bagi kandidat untuk menyaring pekerjaan berdasarkan sektor,” jelas Basuki.

SIMONAS merupakan bagian dari Program Digital Talent Scholarship yang dikembangkan Kementerian Kominfo untuk menyiapkan sumberdaya manusia dengan kemampuan digital industri 4.0. “Program Digital Talent Scholarship dan platform SIMONAS dapat menjadi salah satu medium untuk mewujudkan sinergi triple helix antara pemerintah, universitas, dan perusahaan,” tutur Basuki Yusuf Iskandar.

Platform SIMONAS yang dapat diakses di simonas.kominfo.go.id diharapkan dapat memberikan pengakuan terhadap sertifikasi yang dimiliki oleh kandidat pencari kerja diharapkan dapat mendorong percepatan sertifikasi agar kompetensi SDM Indonesia dapat lebih diakui dan dipertanggungjawabkan, serta menjamin SDM yang lebih berkualitas unggul dimulai dari sekarang hingga minimal 5 tahun ke depan. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar