Pendidikan & Kesehatan, Peristiwa

Plat Luar Kota Mojokerto, Pengendara Terjaring Operasi Yustisi PPKM Darurat

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan secara langsung mengecek kelengkapan surat-surat pengendara yang terjaring Operasi Yustisi PPKM Darurat di Alun-alun Kota Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Puluhan kendaraan berplat luar Kota Mojokerto terjaring Operasi Yustisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Alun-alun Kota Mojokerto, Kamis (8/7/2021). Bagi pelanggar langsung menjalani sidang di tempat.

Operasi Yustisi PPKM Darurat dipimpin langsung Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan. Secara kasat mata, petugas gabungan dari Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Mojokerto memeriksa surat-surat pengendara sebagai syarat bisa melakukan perjalanan.

Diantaranya, tidak memakai masker, tidak bisa menunjukan surat tugas dan kartu vaksin minimal vaksin pertama. Bagi mereka yang tidak bisa menunjukan maka langsung dilakukan sidang di tempat dan membayar denda sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Mojokerto tentang tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Mojokerto.

Salah satu pelanggar, Rizki Ageng Saputra (25) mengaku, tidak tahu ada PPKM Darurat. “Saya kerja di sini, di kursus mengemudi. Pelanggaran belum vaksin, saya kena denda Rp50 ribu. Saya kos di sini, baru pertama ini. Tidak tahu ada PPKM Darurat,” ungkapnya.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, Operasi Yustisi PPKM Darurat digelar untuk mengingatkan dan menghimbau kepada masyarakat agar terus disiplin protokol kesehatan dalam masa PPKM Darurat. PPKM Darurat mulai berlaku sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

“Kegiatan Operasi Yustisi PPKM Darurat ini dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 berdasarkan surat edaran Wali Kota Mojokerto, Gubernur, bahkan Pemerintah Pusat terkait PPKM Darurat. Bagi mereka melanggar akan dilakukan sidang di tempat,” katanya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar