Iklan Banner Sukun
Peristiwa

PKL dan Pedagang Durian Didepak dari Cheng Hoo, Ketua Paguyuban: Tahu Gitu Dulu Gak Saya Masukkan

Pasuruan (beritajatim.com) – Konflik pungutan liar di Masjid Cheng Hoo kian memanas. Pasalnya, para pedagang durian yang sudah dipungut secara liar akan di depak dari lapak perdagangan.

Pedagang durian yang menyetorkan uang sebesar Rp 20 juta ini akan dikeluarkan dari kawasan masjid Cheng Hoo. Tak hanya pedagang durian para pedagang kaki lima (PKL) juga akan di singkirkan.

Baca Juga:

    Menurut salah satu pedagang durian yang enggan di sebutkan namanya, ia sangat keberatan jika akan disingkirkan. Pihaknya akan melaporkan terkait pungutan liar ke Polres Pasuruan.

    “Rencananya dalam waktu dekat kita akan melaporkan pengurus paguyupan ke polisi. Semua bukti-bukti seperti kwitansi pungutan sebesar Rp 20 juta sudah kita siapkan untuk diserahkan ke polisi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/2/2022).

    Dilain tempat Ketua Paguyuban, Khoiron, bersama bendahara dan keamanan paguyuban telah dipanggil oleh pihak kepolisisan Polres Pasuruan. Khoiron mengatakan bahwa pihaknya hanya mengobrol dengan kepolisian.

    “Ya tadi ngobrol sama polisi terkait pedagang duren. Dulu pedagang durian sudah ada perjanjian kalo tidak akan melaporkan polisi. Lah kok sekarang tambah mau lapor polisi. Tau gitu dulu tidak aku bolehkan masuk,” ujarnya sambil keluar Polres Pasuruan, Jumat (11/2/2022).

    Sementara itu, Kanit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Wachid S Arif membenarkan pemeriksaan terhadap paguyuban Masjid Cheng Hoo. “Ya benar tadi kami telah memeriksa ketua paguyuban, bendahara dan keamanan terkait kwitansi pungutan liar terhadap pedagang durian,” ujar Kanit Tipikor. (ada/kun)


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar