Peristiwa

Pipa PDAM di Gunung Anyar Rusak, Ini Kata Pemkot Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Direktur Utama PDAM Surya Sembada Mujiaman memastikan jika jajarannya bersinergi dengan Pemkot Surabaya telah bekerja maksimal terkait penanganan pipa yang rusak akibat tiang pancang proyek di wilayah Gunung Anyar.

Pemerintah (Pemkot) Surabaya mengerahkan beberapa dinas terkait agar bekerja all out untuk mensupport perbaikan pipa yang mengalami kerusakan itu.

Pipa yang mengalami kerusakan tersebut, berada di kedalaman 4 meter di bawah tanah. Dengan ukuran pipa berdiameter 1 meter yang mampu mengalirkan air 1,8 meter kubik per detik. “Yang pasti pemkot mensupport all out seluruh fasilitas, semua penerangan, tenaga kerja, juga dari teman-teman pengusaha yang merasa peduli dengan PDAM juga mensupport peralatan,” ungkap Mujiaman.

Mujiaman menegaskan, bahwa jajaran dinas terkait di Pemkot Surabaya terus mensupport all out agar perbaikan pipa PDAM ini bisa segera rampung. Baik dari segi fasilitas, peralatan hingga tenaga kerja. Selama proses perbaikan pipa berlangsung, kata Mujiaman, Pemkot Surabaya telah mendistribusikan puluhan tangki air bersih untuk dibagikan ke rumah-rumah warga terdampak. Bahkan, Wali Kota Risma juga menginstruksikan kepada camat dan lurah untuk mengkoordinir terkait supplai air bersih di wilayah masing-masing.

“Alhamdulillah yang pertama kita punya tangki, kedua kita dibantu dari DKRTH dan PDAM tetangga kita. Ibu wali kota juga punya cadangan tangki-tangki plastik dan tiap-tiap dinas juga diinstruksikan untuk mengirim truk,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati menjelaskan, karena pipa PDAM yang mengalami kerusakan di kedalaman 4 meter, maka perlu dilakukan penggalian tanah pada sisi kiri dan kanan untuk pengamanan pengerjaan.

“Kita backup di peralatan, karena pipanya itu dalamnya 4 meter jadi perlu digali kiri dan kanan. Kemudian, yang bekerja di bawah juga harus diamankan sehingga perlu ada SSP (Sheet pile besi),” kata Erna.

Karena itu, pihaknya menerjunkan beberapa alat berat untuk membantu proses pengerukan dan mengamankan para pekerja yang sedang melakukan perbaikan pipa di bawah tanah. “Kita terjunkan tiga alat berat,” pungkasnya. [ifw/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar