Peristiwa

Pintu Irigasi dari Wadul Pacal Mulai Ditutup

Foto: Bojonegorokab.go.id

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tampungan air Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro sudah tidak bisa digunakan untuk mengaliri lahan pertanian. Debit air yang tersisa hanya mampu dimanfaatkan untuk perawatan bangunan waduk.

Kepala Bidang Operasional Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air, Masahid mengatakan, sejak musim tanam ketiga, petani yang biasa menggunakan sarana irigasi dari saluran Waduk Pacal sudah tidak bisa memanfaatkannya. “Airnya sudah habis, tinggal yang tersisa untuk perawatan waduk saja,” ujarnya, Kamis (17/10/2019).

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Pemkab Bojonegoro Edy Susanto mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan petani yang ingin mendapat saluran irigasi bisa menggunakan tampungan air yang ada di DAM Klepek, Kecamatan Sukosewu. “Tampungan air di DAM Klepek ini masih bisa digunakan irigasi karena memanfaatkan dari sumber air dari sekitar,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga mulai mengumpulkan sejumlah petugas Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) jaringan irigasi Pacal kiri di Balai Desa Kedaton Kecamatan Kapas, menyikapi adanya kemarau panjang yang terjadi saat ini.

Selama musim kemarau kebutuhan petani akan air semakin meningkat sementara debit air semakin berkurang. Sehingga perlu adanya pemerataan penggunaan air yang bersumber dari aliran sungai atau tadah hujan disekitar lahan pertanian. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar