Peristiwa

Pilkades Serentak Kabupaten Mojokerto, 40 Desa Masuk Kategori Sangat Rawan

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno. [Foto: misti/beritajatim]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ada 192 desa di 14 kecamatan wilayah hukum Polres Mojokerto menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2019. Berdasarkan hasil mapping kerawanan TPS, terdapat 40 TPS/desa yang masuk dalam kategori Sangat Rawan, dan 152 kategori Rawan.

Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, kategori tersebut dibuat agar para personil yang dilibatkan dalam pengamanan gelaran pesta demokrasi enam tahun tersebut siaga. “Ingin tidak ada masalah, sekecil apapun kita petakan. Dibuat agar siap siaga untuk mengamankan Pilkades serentak,” ungkapnya, Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan hasil mapping kerawanan TPS, terdapat 40 TPS/desa yang masuk dalam kategori Sangat Rawan, dan 152 kategori Rawan. Pada TPS Sangat Rawan, diterapkan pola 15 Polri, 1 TNI/Babinsa, dan 15 linmas. Sedangkan untuk TPS Rawan, digunakan pola 7 Polri, 1 TNI/Babinsa, dan 15 linmas.

“Tidak ada kategori yang aman, ini hanya untuk membuat personil pengamanan tidak underestimate, kalau aman mereka akan lemah. Sangat rawan dan rawan agar tidak underestimate. Sejatinya masih dalam kondisi yang kondusif, tidak ada yang perlu dicemaskan. Hanya membandingkan jumlah personil saja,” katanya.

Masih kata Kapolres, ada sebanyak 2.170 personel terdiri dari 610 orang personel Polres Mojokerto, 1.298 BKO Polres Jajaran, 62 personel BKO Siaga SPN Polda Jatim, 200 personel Sat Brimob Polda Jatim, 192 personel TNI, 60 personel Satpol PP serta 2.880 Linmas yang dilibatkan.

“Ribuan personil tersebut tidak hanya dari Polres Mojokerto saja, namun juga melibatkan 14 polres sekitar dari Sidoarjo hingga Ponorogo yang diperbantukan. Pengamanan dilaksanakan selama tiga hari mulai H-1 sampai H+1 atau mulai tanggal 22-24 Oktober 2019. Kemarin sore, pergeseran pasukan sudah digelar di Lapangan SPN Pacing,” jelasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar