Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Pilkades Serentak 2022, Polres Lamongan Bentuk Satgas Anti Judi

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana, S.I.K

Lamongan (beritajatim.com) – Polres Lamongan telah membentuk Satgas Anti Judi menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang diikuti oleh 61 desa pada 26 Juni 2022 mendatang.

Diketahui, ada 135.236 warga di 61 desa yang sudah ditetapkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkades Serentak. Sedangkan untuk jumlah TPS (tempat pemungutan suara), totalnya ada 332 TPS.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengungkapkan bahwa Satgas Anti Judi tersebut merupakan satgas gabungan yang terdiri dari Satreskrim dan Satintelkam Polres Lamongan.

“Guna mengantisipasi maraknya aktivitas judi dalam Pilkades, kami menyiapkan tim satgas khusus untuk mengantisipasi judi saat Pilkades berlangsung,” ujar AKBP Miko kepada beritajatim, Senin (13/6/2022).

Dengan dibentuknya Satgas Anti Judi tersebut, Miko mengungkapkan, bakal menindak tegas para pelanggar ketentuan Pilkades. Satgas tersebut, imbuhnya, bakal disiagakan di 2 titik yang ada di wilayah Lamongan, yakni Lamongan bagian utara dan selatan.

“Kami akan menindak tegas bila dalam Pilkades serentak di Lamongan ini ada yang melakukan perjudian atau botoh dengan menjadikan ajang taruhan selama Pilkades,” terangnya.

Sementara untuk pasukan pengamanan, Miko menyebut, bakal menerjunkan para pasukan dari kepolisian itu selama satu minggu, di 3 (tiga) wilayah, meliputi Lamongan wilayah utara, tengah, dan selatan.

Tak hanya pasukan pengamanan, ia menyebut, juga bakal menyiapkan pasukan di lingkungan desa yang menggelar Pilkades. Pasukan itu akan terus berpatroli demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan selama pesta demokrasi itu berlangsung.

“Selain pasukan yang standby di 3 titik di Lamongan utara, selatan dan tengah. Kami juga ada pasukan yang mobile selama Pilkades ini, juga dibantu oleh pasukan dari Brimob Polda Jatim,” tandasnya.

Mengenai sejumlah titik yang dinilai rawan selama pesta demokrasi tingkat desa ini berlangsung, Miko menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik-titik rawan tersebut. “Pemetaan terhadap potensi kerawanan sudah dan akan terus kami lakukan,” pungkasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar