Peristiwa

Pihak Ponpes di Mojokerto Bantah Ada Penganiayaan Hingga Santri Meninggal

 Para santri Ponpes Mamba'ul Ulum saat melihat jenazah korban dibawa dengan ambulance PMI Kabupaten Mojokerto. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba’ul Ulum Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto membantah ada penganiayaan santri hingga menyebabkan korban meninggal. Namun korban meninggal karena terjatuh dari lantai II.

Pengurus pondok putri, Anisatul Fadila (32) didampingi pengurus pondok putra, Machfudin Akbar (33) membantah, ada penganiayaan di lingkungan Ponpes Mamba’ul Ulum. “Saya Dilaporin ustadz sekitar pukul 03.00 WIB ada santri jatuh,” ungkapnya, Selasa (20/8/2019).

Iapun langsung ke RSUD Prof Dr Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto karena saat itu korban, AR (17) berada di UGD. Anisatul menjelaskan, jika kondisi korban ada luka bagian kepala belakang.

“Informasi diperoleh jatuh dari lantai II dengan ketinggian 10 meter. Jatuh karena ngantuk, mungkin kecapean karena habis ikut lomba gerak jalan. Tidak ada (penganiayaan), ustadz selalu piket kondisi afem ayem, kondusif tidak ada apa-apa,” katanya.

Masih kata Anisatul, pola pembinaan di Ponpes Mamba’ul Ulum, jika ada santri yang melakukan pelanggaran maka dihukum. Hukuman dari pelanggaran tersebut berupa gaji dan membersihkan di pesarean serta halaman ponpes.

“Masalah itu (keluar tidak izin), biasanya tengah malam lapar, cari makan. Tidak izin kurang tahu. Katanya iya keluar tidak izin. Tidak ada penganiayaan di pondok karena ustadz disini monitoring terus selama 24 jam. Disini ada satpam tiap hari ada tiga shift,” jelasnya.

AR sendiri baru masuk Ponpes Mamba’ul Ulum pada tahun ajaran (TA) 2019/2020 yakni bulan Juli lalu. Korban merupakan anak yatim piatu, sejak kecil korban tinggal bersama budenya di Sidoarjo. Namun sejak kelas I SD dititip di panti asuhan.

“Tidak tahu panti asuhan mana, kemudian dia inisiatif mondok sendiri sehingga masuk sini. Anaknya baik, penurut, terbuka, tidak pernah ada masalah. Karena tidak yang mengurusi maka dia akan dimakamkan di makam keluarga dekat pondok sini,” pungkasnya.[tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar