Peristiwa

Pick-Up Vs Motor di Mojokerto, Pelajar Meninggal

Petugas dibantu relawan PMI Kabupaten Mojokerto mengevakuasi jenazah korban. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Hayam Wuruk, Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto tewas.

Korban tewas usai adu moncong dengan kendaraan pick-up di Desa Pekingan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Korban yang diketahui berinisial K asal Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto bersama satu orang temannya mengendarai kendaran roda dua dari arah utara ke selatan. Sampai di lokasi kejadian, muncul kendaraan pick up yang dikendarai Mochamad Sastro Cahyo (40).

Sampai di lokasi kejadian, sopir asal Dusun Komodo Selatan RT 1 RW 1, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang ini tiba-tiba mengambil haluan ke kanan. Diduga sopir mengambil haluan ke kanan lantaran di depannya, ada kendaraan roda dua yang berhenti di tengah jalan.

Karena jarak yang terlalu dekat akhirnya kendaraan korban menabrak bagian depan sebelah kanan kendaraan pick up. Di belakang korban ada sepeda motor yang dikendarai MAF (15), pelajar asal Dusun Tamping RT 1 RW 1, Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Korban tewas di lokasi kejadian, sementara temannya yang belum diketahui identitas serta pelajar VIII SMP Negeri 1 Dlanggu tersebut mengalami luka berat. Petugas Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto datang ke lokasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Petugas dibantu relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto mengevakuasi jenazah korban ke ruang jenazah RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Sementara dua korban luka berat dibawa ke Rumah Sakit Sido Waras Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

 

Petugas dibantu relawan PMI Kabupaten Mojokerto mengevakuasi jenazah korban. [Foto : ist]
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Iptu J Wihandoko mengatakan, kecelakaan terjadi sekira pukul 07.00 WIB. “Kejadian kecelakaan lalu-lintas yang mengakibatkan satu pelajar meninggal dunia terjadi di wilayah hukum Polsek Dlanggu,” ungkapnya, Selasa (1/11/2022).

Masih kata Kanit, kecelakaan yang terjadi tepat di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pekingan tersebut melibatkan dua kendaraan roda dua dan satu kendaraan roda empat. Dua pelajar mengendarai sepeda motor berjalan dari arah utara ke selatan.

“Namun sampai di TKP, ada kendaraan pick up yang dikendarai Muhammad Cahyo berjalan arah selatan ke utara. Sampai di TKP karena tidak bisa menguasai kendaraan, siswa tersebut menabrak bagian kanan pick up sehingga terjadi benturan yang sangat keras. Satu korban meninggal dunia di TKP,” jelasnya.

Sementara dua korban lainnya mengalami luka berat. Kanit menjelaskan, sopir kendaraan pick up tidak mengalami luka. Sopir kendaraan pick up dan tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan dibawa ke Kantor Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto.

“Korban meninggal dievakuasi ke RSUD Prof Dr Soekarno dan dua korban luka berat dibawa ke Rumah Sakit Sido Waras Bangsal. Untuk pengemudi kendaraan pick up, tidak mengalami luka. Pengemudi kendaraan pick up bersama dengan barang bukti kendaraan dibawa ke Kantor Unit Laka untuk dilakukan pemeriksaan,” katanya. [tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar