Pendidikan & Kesehatan, Peristiwa

Petugas KAI Bawa Lelaki Berbalut Perban ke Tengah Jalan di Surabaya

Petugas kepolisian dan KAI saat berkolaborasi memainkan teater untuk sosialisasikan keselamatan di palang pintu kereta Jalan Ambengan, Surabaya, Selasa (17/9/2019).(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang lelaki berbalut perban nampak dikerumuni petugas kepolisain dan PT KAI di perlintasan kereta api, Jalan Ambengan, Surabaya, Selasa (17/9/2019).

Para petugas ini sedang menunjukkan adanya korban kecelakaan akibat menerobos perlintasan kereta api. Lelaki yang terbalut perban tersebut memeragakan korban kecelakaan kereta api.

Seremonial ini merupakan acara dalam rangka menyambut HUT Perhubungan dan Kereta Api, hari ini, Selasa (17/9/2019). Humas PT KAI Daop 8 Surabaya bersama-sama dengan stakeholder dari Dishub Jatim, Dishub Kota Surabaya, Kepolisian, Jasa Raharja, BPTP Jatim, dan Komunitas Pecinta KA melaksanakan kegiatan sosialisasi. Sosialisas bertema “Keselamatan Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang”. Tujuannya untuk mengajak masyarakat Surabaya untuk bersama-sama menggencarkan gerakan keselamatan.

“Acara berlangsung serentak di tiga titik lokasi perlintasan di Kota Surabaya. Di antaranya di perlintasan Jalan Ambengan, perlintasan Jalan Ngaglik, dan perlintasan Jalan Bungur,” jelas Prapto, Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai institusi stakeholder perhubungan ikut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi. Para petugas menyerukan akan pentingnya keselamatan kepada para pengguna jalan raya yang melintas. Tak hanya suara, dan aksi teaterikal, petugas juga membentangkan spanduk kampanye disiplin berlalu lintas.

Bahkan untuk menarik perhatian pengendara, PT KAI Daop 8 mendatangkan hiburan manusia robot merah putih. Petugas dan peserta ini berorasi keselamatan berlalu lintas dengan membagikan 1.000 pcs stiker imbauan berdisiplin berlalu lintas dan 500 bunga.

Sementara menurut catatan KAI, di perlintasan Jalan Ambengan hingga Jalan Bungur ini, sedikitnya setiap hari dilalui oleh 140 perjalanan KA.

Pihak KAI dan komunitas Pecinta KA secara sukarela melaksanakan kegiatan sosialisasi berdisiplin berlalu lintas di perlintasan tersebut. Langkah itu sebagai bentuk keperdulian bersama agar tidak ada lagi jatuh korban dari masyarakat dan perjalanan kereta api semakin aman dan lancar.

“Caranya, masyarakat harus selalu berhati-hati dan berdisiplin ketika melintas di perlintasan KA,” ujar Putri, anggota komunitas pecinta KA si “Puong”, sekaligus sebagai Mahasiswa Untag – Surabaya.

“Kami ingatkan kembali, bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda *”STOP”*, tengok kiri – kanan, apabila telah yakin “AMAN”, baru bisa melintas. Palang pintu, sirene dan penjaga perlintasan *hanyalah alat bantu keamanan semata.* Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda “STOP” tersebut,” Jelas Suprapto.

Sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, pasal 114 menyatakan : “Pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib:
a. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup dan/atau ada isyarat lain.
b. Mendahulukan kereta api, dan
c. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Apabila penguna jalan raya tidak mematuhi aturan tersebut, maka sanksi hukum telah menanti, sesuai sanksi hukum yang tertera pada aturan UU No: 22 tahun 2009, pasal 296 bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Diharapkan dengan kegiatan sosialisasi keselamatan dari berbagai stake holders di Wilayah Jawa Timur, angka kecelakaan lalu lintas pada perlintasan sebidang diwilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dapat terus turunkan.

Tercatat di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya pada tahun 2017 terjadi 62 kasus kecelakaan lalu lintas di perlintasan, kemudian tahun 2018 turun menjadi 51 kasus. Sedangkan untuk tahun 2019, dari periode 1 Januari s/d 8 Mei 2019 telah terjadi 17 kasus kecelakaan.

Pentingnya pemahaman bahwa alat utama keselamatan di perlintasan adalah rambu lalu lintas, ini bisa terlihat dari data jumlah perlintasan sebidang di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya terdapat total jumlah 568 titik.

Dari jumlah tersebut, 164 titik ada palang pintunya serta terjaga, dan sisanya 404 titik tidak ada palang pintunya serta tidak terjaga.

“Cara yang efektif agar keselamatan pengguna jalan raya bisa terjamin ketika melintas di perlintasan sebidang, adalah dengan cara selalu berprilaku disiplin mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada. Semoga dengan kesadaran disiplin berlalu lintas yang tinggi dari pengguna jalan raya, angkutan mudik lebaran 2019 ini, bisa menjadi mudik dengan perjalanan yang indah dan berkesan bagi para pemudik,” Harap Suprapto. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar