Peristiwa

Cek Kendaraan Luar Mojokerto

Petugas Gabungan di Pos Chek Point Siaga 24 Jam

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak lima Pos Check Point yang didirikan Polres Mojokerto untuk mengantisipasi masyarakat yang mudik, Pos tersebut beroperasi sejak, Jumat (24/4/2020) sampai Minggu, (31/5/2010) atau selama 37 hari. Selama 24 jam, petugas gabungan akan melakukan pengecekan khususnya kendaraan luar kota maupun provinsi.

Lima Pos Check Point tersebut berada di perbatasan wilayah hukum Polres Mojokerto. Di perbatasan Mojokerto- Jombang yakni Kecamatan Trowulan, perbatasan Surabaya-Mojokerto di exit Tol Penompo, perbatasan Sidoarjo-Mojokerto di Kecamatan Pungging dan perbatasan Pasuruan- Mojokerto di Kecamatan Trawas dan Ngoro.

“Perkembangan sampai hari ini, untuk dari luar provinsi yang jadi sasaran sampai saat ini belum ditemukan. Walaupun dimungkinkan mobil dari Surabaya dan sekitar tetangga Mojokerto merupakan orang yang rata-rata menetap di Mojokerto sehingga tidak ada yang kita perintahkan untuk kembali,” ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung, Jumat (1/5/2020).

Kapolres menilai, petugas di wilayah perbatasan sudah maksimal melaksanakan pengetatan masyarakat yang hendak mudik. Sehingga tidak ada masyarakat yang bisa masuk ke tengah karena Mojokerto sendiri tidak berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

“Kita hanya melakukan penghimbauan di posko, kemudian mengecek apa yang bersangkutan kondisi sehat atau mengalami gejala, indikasi. Mana kala itu yang kita temukan, akan kita arahkan ke Gugus Tugas atau RS rujukan atau Dinkes yang paling mengerti bagaimana kondisi klinis seseorang mengalami Covid-19,” katanya.

Selama 24 jam, tegas mantan Kapolres Lamongan ini, petugas yang ada di lima Pos Chek Point merupakan petugas gabungan. Yakni dari Kodim 0815 Mojokerto, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mojokerto.

“Itu gabungan, Kodim, Dinkes, Dishub, Satpol PP bersinergi. Jadi setiap saat melihat situasi dan kondisi, kita juga koordinasi dengan Pasuruan, Sidoarjo jika ada rombongan yang lewat akan dilakukan pengecekan dan pengetatan. Tapi kalau tidak informasi dari sana maka kita lakukan giat rutin seperti biasa pengecakan secara rutin,” jelasnya.

Terkait penerapan jam malam di sejumlah daerah, Kapolres akan berkoordinasi dengan Bupati Mojokerto. Lantaran pihaknya berharap pemerintah daerah (pemda) ada Surat Edaran (SE) khususnya pengetatan terhadap lokasi yang digunakan untuk nongkrong masyarakat.

“Seperti warnet, warung kopi, restoran, tempat makan ada pengetatan jam operasional. Akan kami koordinasi dengan beliau, mudah-mudahan ada SE agar kita ada pijakan agar bisa melakukan tindakan tegas terukur terhadap pengunjung maupun pengelola,” tegasnya saat di dapur umum Pondok Pesantren (Ponpes) Segoro Agung. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar