Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Peternak Ayam Tolak Integrator Punya Kandang di Ponorogo

Ketua PPAPP Eny Kustianingsih. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya peternak ayam petelur di Ponorogo untuk menstabilkan harga terus dilakukan. Selasa (28/9) kemarin, mereka menyampaikan keluh kesahnya kepada wakil rakyat yang berada di DPRD Ponorogo. Para peternak yang tergabung dalam Perkumpulan Peternak Ayam Petelur Ponorogo (PPAPP), menolak adanya integrator yang membuka kandang di bumi reyog.

“Memang integrator dari pemerintah tidak bisa mendapatkan izin mendirikan langsung. Tetapi mereka biasanya mengatasnamakan masyarakat setempat. Buat kandang besar dengan sistem kemitraan,” kata Ketua PPAPP, Eny Kustianingsih, Rabu (29/9/2021).

Eny menceritakan dulu pernah ada yang meminta izin kepada kelompok peternak, mereka akan mendirikan plasma-plasma di setiap kecamatan di Ponorogo. Namun, para peternak sepakat untuk menolaknya. Sebab, bisa mengakibatkan peternak rakyat gulung tikar.

“Jangan sampai ada integrator membuat kandang di sini,” katanya.

Jika integrator ini juga menernak ayam, bukan tidak mungkin telur di Ponorogo akan melimpah. Nah, banyaknya telur tersebut otomatis membuat harganya jatuh. Integrator ini dulunya hanya menyediakan benih ayam atau pakan, tetapi sekarang mereka membuat kandang. Kalau alasannya observasi terhadap produk pakannya, harusnya hanya 100 ekor saja yang diternak, ini malah jutaan ekor ayam.

“Saya tidak sebutkan mereknya, namun pabrikan pakan punya kandang sekarang. Jangan sampai Ponorogo ada,” katanya.

Eny mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan overnya telur di pasaran. Salah satunya karena integrator saat ini juga punya kandang. Mereka memiliki berjuta-juta ayam untuk memproduksi telur tersebut. Integrator merupakan perusahaan peternakan besar memiliki tingkat efisiensi sangat tinggi karena memiliki integrasi usaha peternakan dari hulu hingga hilir.

“Setiap dikomplain, alasannya sebagai observasi kualitas pakan yang mereka produksi. Observasi kok ternak ayamnya jutaan jumlahnya,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar